Site icon BeritaJar

Sekolah Rakyat MBD, Harapan Baru untuk Generasi Emas

Moa, Beritajar.com: Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) akhirnya memasuki tahap awal, Senin (19/1/2026). Lahan seluas kurang lebih 8 hektare di pertigaan Desa Klis-Syota telah dipatok, menandai dimulainya proyek strategis nasional yang bertujuan menyiapkan kader dan generasi emas Indonesia tahun 2045.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Maluku, Djalaluddin Salampessy yang hadir pada kesempatan itu mengajak pemerintah daerah dan seluruh masyarakat untuk memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2024-2025, yang merupakan bagian dari proyek strategis nasional dalam rangka menyiapkan kader dan generasi emas Indonesia tahun 2045.

“Pembangunan sekolah ini sepenuhnya mengikuti standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat, dengan nilai investasi diperkirakan mencapai ± Rp250 miliar. Mari kita berikan dukungan penuh, dimulai dari clear and clean administrasi pertanahan,” ungkapnya.

Sekolah Rakyat yang akan dibangun nantinya berbentuk boarding school (sekolah berasrama) dan diperuntukkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Proses seleksi akan dilakukan secara ketat melalui verifikasi pendamping PKH, BPS, serta tim sosial kabupaten, dengan kriteria desil satu hingga desil lima.

Sementara itu, Ketua BPD Desa Klis, Megi Kwuwulay, menyampaikan dukungan penuh masyarakat Desa Klis terhadap pembangunan Sekolah Rakyat di Bumi Kalwedo.

Ia menyatakan bahwa lahan yang dipatok hari ini merupakan bentuk hibah masyarakat kepada pemerintah untuk kepentingan pendidikan.

“Hari ini kita pasang patok di atas tanah Desa Klis yang kita serahkan kepada pemerintah pusat melalui pemerintah provinsi untuk dibangun Sekolah Rakyat. Kita mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Maluku dan juga kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.

Megi berharap, kehadiran sekolah tersebut dapat membuka akses pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di MBD.

“Anak-anak katong yang orang tuanya seng punya biaya, ke depan sudah bisa punya harapan. Mudah-mudahan pembangunan ini tidak berhenti di tengah jalan, tapi bisa selesai dan benar-benar dinikmati oleh masyarakat,” tutupnya.

Dukungan masyarakat Desa Klis ini merupakan langkah penting dalam mewujudkan pembangunan Sekolah Rakyat yang telah lama dinantikan oleh masyarakat MBD. Sekolah Rakyat ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Kegiatan pemasangan patok diakhiri dengan prosesi adat oleh pemangku adat setempat dan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh rohaniawan Desa Klis, sebagai bentuk ungkapan syukur atas rencana pembangunan tersebut.

Turut hadiri dalam kegiatan tersebut, Anggota DPRD Provinsi Maluku, Suanthie J. Laipeny, Sekretaris Daerah MBD, Eduard J. S. Davidz, Camat Pulau Moa, Pemdes Klis, Ketua BPD Klis, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, para pemilik lahan dan masyarakat lainnya.

Exit mobile version