Dobo, Beritajar.com: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Aru kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang penanggulangan bencana.
Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel secara resmi mengeluarkan rekomendasi penggunaan aplikasi digital “ARU” (Analisis Responsif untuk Uraian Dampak Bencana) sebagai sistem pendataan pasca bencana di seluruh wilayah kabupaten.
Diketahui, Aplikasi “ARU” merupakan inovasi internal BPBD Kepulauan Aru yang dikembangkan di bawah koordinasi Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Jecky Elson Bothmir, S.Si. yang juga peserta Diklat Kepemimpinan Administrator (DKA) Tahun 2025.
Aplikasi ini memanfaatkan teknologi Mobile App untuk mempercepat proses identifikasi, verifikasi, dan pelaporan data kerusakan serta kerugian pascabencana secara real time.
Terkait aplikasi “Aru” tersebut, Bupati Kaidel menyampaikan apresiasi terhadap inovasi yang diinisiasi BPBD Kepulauan Aru.
“Saya menyambut baik dan mendukung penuh penggunaan aplikasi ARU ini. Inovasi ini menjadi bukti bahwa ASN di Kabupaten Kepulauan Aru mampu beradaptasi dengan Era digital untuk memperkuat tata kelola penanggulangan bencana yang cepat, akurat, dan transparan,” ujarnya, Selasa (28/10/2025).
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa penerapan aplikasi ARU sejalan dengan visi pembangunan daerah, yaitu “Aru yang Maju, Mandiri, dan Harmonis Berbasis Ekosistem Ekonomi Laut Arafura yang Mendunia”.
Menurutnya, digitalisasi pendataan pascabencana melalui aplikasi ARU adalah langkah konkret dalam mewujudkan Aru yang tangguh terhadap bencana dan memiliki sistem manajemen data yang terpadu.
Olehnya, melalui Rekomendasi resmi yang dikeluarkan, Bupati meminta seluruh camat, kepala desa/lurah, dan perangkat daerah terkait untuk menggunakan aplikasi ARU dalam setiap kegiatan pendataan pascabencana di lapangan.
“Dengan satu sistem data yang terintegrasi, kita dapat mempercepat penyampaian laporan ke tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional, serta memastikan bantuan dapat diberikan tepat sasaran,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Kepulauan Aru, Berthy Imuly dalam keterangannya menyampaikan terima kasih atas dukungan Bupati dan seluruh pihak yang terlibat.
“Dukungan kepala daerah menjadi energi besar bagi kami untuk terus berinovasi. Aplikasi ARU ini bukan hanya alat digital, tetapi juga simbol transformasi kerja menuju pelayanan publik yang tanggap dan profesional,” ucapnya.
Ia juga menambahkan bahwa BPBD akan melaksanakan pelatihan dan pendampingan teknis kepada seluruh petugas lapangan dan operator data di tingkat kecamatan dan desa agar penerapan aplikasi dapat berjalan optimal.
Dengan diterbitkannya rekomendasi resmi dari Bupati Kepulauan Aru, daerah ini menjadi salah satu pelopor di Provinsi Maluku dalam mengimplementasikan sistem digitalisasi pendataan pascabencana.
“Langkah ini menandai kemajuan signifikan menuju tata kelola penanggulangan bencana yang modern, kolaboratif, dan berbasis teknologi informasi,” jelas Kepala BPBD Aru.

