Tiakur, Beritajar.com: Puluhan siswa-siswi SMA Negeri 13 MBD antusias mengikuti kegiatan GenRe Goes to School yang digelar BKKBN Perwakilan Provinsi Maluku bersama Ketua TP PKK Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) selaku Bunda GenRe, kegiatan berlangsung di aula SMA Negeri 13, Jumat (3/9/2025).
Kegiatan ini berfokus pada edukasi Stunting dan gizi serta pencegahan anemia bagi remaja sebagai upaya perencanaan pola hidup sehat bagi Siswa-Siswi, ini menjadi ajang edukasi penting bagi remaja terkait kesehatan reproduksi, pencegahan pernikahan dini, penanggulangan anemia, hingga upaya menekan stunting sejak hulu.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, dr. Mauliwaty Bulo, menekankan urgensi program mengingat lonjakan prevalensi stunting di Maluku Barat Daya. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, angka stunting di kabupaten tersebut melonjak dari 25,7 persen menjadi 29,9 persen, lebih tinggi dari rata-rata provinsi yang mencapai 28,4 persen.
Menurut Mauliwaty, Stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan yang kurang, melainkan indikator gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun. Salah satu pemicunya adalah anemia pada remaja putri yang berdampak pada kesehatan saat hamil kelak. Data Dinas Kesehatan Provinsi Maluku menunjukkan prevalensi anemia remaja putri mencapai 29,9 persen pada 2024.
Program GenRe Goes to School dirancang untuk membekali siswa dengan pengetahuan gizi seimbang, kesehatan reproduksi, dan pencegahan penyakit. Dalam kegiatan ini, siswa juga menerima Tablet Tambah Darah sebagai upaya konkret mencegah anemia. Mauliwaty berharap siswa dapat menjadi agen perubahan yang menyebarkan informasi ke teman sebaya dan keluarga.
Intervensi ini sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. BKKBN mengusung dua program strategis: Generasi Berencana dan Gerakan Ayah Teladan Indonesia, yang menekankan peran keluarga dalam membesarkan anak sehat dan cerdas.
“Berencana itu keren. Kita ingin remaja memahami pentingnya gizi sejak dini, membentuk kebiasaan hidup sehat, dan menjadi agen perubahan,” ujar Mauliwaty dalam sambutannya.
Mauliwaty harapkan siswa-siswi di SMA Negeri 13 ini dapat memahami pentingnya gizi seimbang dan mencegah anemia sejak awal kemudian menerapkan perilaku hidup yang sehat dalam keseharian dan adik-adik juga bisa menjadi agen perubahan yang membawa pesan positif kepada teman sebaya dan melalui generasi berencana yang didukung oleh peran nyata keluarga untuk mewujudkan generasi emas 2045 yang sehat dan cerdas.
Pada kesempatan yang sama Ketua TP PKK sekaligus Bunda GenRe Kabupaten Maluku Barat Daya, Relly Noach, menegaskan bahwa program kesehatan merupakan salah satu dari tujuh program pokok PKK yang harus mendapat perhatian serius. Program ini mencakup peningkatan kesadaran dan perilaku hidup sehat di masyarakat, termasuk kesehatan ibu, anak, dan keluarga berencana.
“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa, masa depan Kabupaten Maluku Barat Daya, masa depan Provinsi Maluku, dan masa depan Indonesia. Di usia remaja ini, mereka sedang berada di fase emas kehidupan saat tubuh dan pikiran berkembang pesat,” ujar Relly.
Relly menekankan bahwa fondasi terpenting yang harus dimiliki generasi muda adalah kesehatan, baik fisik maupun spiritual. Kesehatan dimulai dari kebiasaan sederhana namun penting seperti makan bergizi, menjaga kebersihan lingkungan, serta memahami tubuh dan fungsi reproduksi dengan benar.
Salah satu fokus utama kegiatan ini adalah pencegahan anemia pada remaja putri. Anemia, yaitu kondisi kekurangan zat besi dalam tubuh, dapat menyebabkan tubuh lemas, mudah lelah, dan sulit berkonsentrasi. Dampak jangka panjangnya jauh lebih serius.
Tujuan kegiatan ini adalah agar para remaja dapat merencanakan kehidupannya ke depan dengan baik yaitu; setelah lulus SMA, kuliah, kerja, barulah merencanakan pernikahan, untuk itu remaja jangan cepat mengambil keputusan untuk masuk dalam jenjang pernikahan dini. Dan juga jaga pola hidup sehat dengan mengkonsumsi sayur-sayuran yang mengandung zat besi seperti sayur kelor dan bayam.
Selanjutnya Kepala SMA Negeri 13 MBD, Johana H. Bebena, menyambut antusias kegiatan perdana di sekolahnya ini. Ia menyebut sejak 2023, siswa sekolahnya rutin mewakili kabupaten dalam pemilihan GenRe tingkat provinsi. Pulang dari ajang tersebut, para siswa melakukan sosialisasi di sekolah mereka dan sekolah terdekat, bahkan hingga ke Kecamatan Dawelor-Dawera melalui program SMA Tiakur (Smantik) Berbagi.
“Kami berterima kasih atas kepercayaan BKKBN Provinsi Maluku untuk pertama kalinya melakukan Program GenRe Goes to School di sekolah kami. Saya berharap ini menjadi ilmu baik untuk masa depan anak-anak, sehinga kedepannya mereka bisa menjadi garda terdepan dalam mengedukasi generasi muda dan masyarakat MBD”, ujar Bebena. (JQ)

