Tepa, Beritajar.com: Ketua DPRD Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) Petrus A. Tunay, A.Md, SH., melaksanakan peninjauan program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kembali dilaksanakan karena dibeberapa hari lalu sempat diberhentikan akibat ada beberapa siswa SMPN 1 Pulau Babar diduga keracunan makan daging ikan tuna.
Salah satu yang menjadi perhatian Tunay pada saat meninjau program MBG di SMPN 1 Pulau Babar yakni memberikan pencerahan kepada anak-anak yang tidak mau MBG lagi karena ada rasa trauma dari anak tersebut maupun orang tua, Jumat (19/9/2025).
Terpantau, Tunay pun menemui langsung para siswa penerima manfaat dalam program MBG tersebut. Pihaknya turut prihatin terhadap kejadian itu dan memastikan kesiapan dapur sehat sesuai SOP untuk menjaga kebersihan dan higienis dari setiap bahan yang diolah dalam memenuhi kebutuhan gizi siswa-siswi.
Menurutnya, Program nawacita Presiden RI Prabowo Subianto MBG bagi anak-anak untuk pemenuhan gizi dan juga meningkatkan kualitas sumber daya anak-anak, sebagai penerus bangsa yang akan mengapi Indonesia emas 2045.
“Harapan kami semoga tidak terjadi lagi kejadian serupa di kemudian hari dan kami menghimbau agar orang tua dan para guru mengawasi program MBG, jangan lagi takut dan berikan kepercayaan bagi SPPG dengan demikian kita dapat mewujudnyatakan program Nawacita dalam pemenuhan gizi generasi bangsa,” ujarnya.
Sebagai representasi pimpinan dan anggota DPRD MBD setelah memantau dan meninjau MBG di SMPN 1 Pulau Babar termasuk ruang belajar yang sudah memadai, tetapi ada lima RKB, MCK dan satu gedung aula yang harus segera direhab atau dibangun baru.
“Memang apa yang kita lihat dari konstruksi sudah termakan usia, untuk itu setelah tiba di Tiakur kami akan sampaikan ke bapak Bupati berkenan dapat mewujudnyatakan pada tahun ini atau tahun anggaran 2026 sehingga bisa berguna bagi kepentingan pendidikan,” katanya.
Selain itu, ada juga kondisi yang memprihatinkan yakni tidak ada rumah atau tempat tinggal bagi guru sehingga ada satu ruangan yang dipetak menjadi dua dan dipergunakan sebagi tempat tinggal bagi dua orang guru.
“Hal ini tidak bisa diabaikan dan setelah ini kami akan berkoordinasi atau menyampaikan kepada pemerintah daerah sehingga menjadi catatan dan dimasukkan dalam perencanaan tahun anggaran 2026 di dinas terkait,” beber Tunay.
Pada kesempatan yang sama Kepsek SMPN 1 Pulau Babar Min Anmama, menyampaikan rasa bersyukur karena dengan hadirnya tim dari kabupaten atau forkopimda MBD ini akan mendorong integritas dari pekerja di dapur sehat untuk menerapkan SOP MBG dalam memenuhi kebutuhan gizi.
“Besar harapan kami kiranya kedepan tidak ada lagi alergi atau keracunan bagi siswa-siswi di MBD,” pintahnya.
Dirinya mengaku, sangat mendukung program strategis nasional Presiden RI Prabowo Subianto dalam menyiapkan generasi bangsa sejak sekarang untuk Indonesia emas 2045 dengan memenuhi kebutuhan gizi anak-anak bangsa hingga pelosok negeri.
“Kemarin itu mereka trauma, tetapi bisa jadi dikemudian hari mereka menerima program ini memang sekarang itu ada dari sebagian yang masih takut ada juga karna orang tua melarang,” katanya.
Dikatakan, sebelumnya banyak yang takut tetapi setelah diberi pencerahan oleh Pa Dandim 1511/pulau Moa dan dewan guru mereka mulai makan.
“Nah itu berarti kami bersama dengan orang tua murid akan terus mengawasi MBG ini,” tambahnya.
Disamping itu, tambah Kepsek, ketika Ketua DPRD MBD hadir dan melihat langsung kondisi di sekolahnya, ternyata masih banyak kekurangan yang harus dibenahi.
“Dan besar harapan kami semoga Bapak ketua DPRD bisa menyuarakan kepada dinas terkait untuk segera melakukan perbaikan demi dan untuk pendidikan anak-anak kita di Pulau Babar,” harap Anmama. (JQ)

