Dobo, Beritajar.com: Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa menyampaikan bahwa Provinsi Maluku sangat membutuhkan pemerataan tenaga dokter spesialis di 10 kabupaten/kota dan meminta Pemerintah Kabupaten/kota belajar dari daerah lain untuk mengadopsi program yang memberikan perhatian khusus pengadaan untuk dokter ahli.
Hal ini diungkapkan Lewerissa saat Dialog Tentatif di Aula BPKAD, Jumat (19/09/2025).
“Mereka disana ternyata bisa bisa karena apa? Karena ada dukungan pemerintah baik pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota dokter-dokter ahli. Hari ini bapak Ibu sekalian di Maluku sangat kurang sekali. Oleh karena itu, ketika bertemu menteri Kesehatan, saya menyampaikan pak menteri kesehatan saya minta fasilitas, dan tambahan tunjangan yang bisa diberikan ke dokter ahli, agar mendorong mereka mau ke Maluku,” ungkap Lewerissa
Lewerissa juga menambahkan telah meminta menteri kesehatan agar fakultas kedokteran Universitas Pattimura, bisa diberikan izin untuk membuka program studi dokter spesialis khusus untuk penyakit dalam.
“Kita bersyukur karena lewat program quick win dari pemerintahan pak Prabowo Subianto, Provinsi Maluku akan mendapatkan 6 rumah sakit, saat ini sedang dibangun satu rumah sakit representatif di Namlea Kabupaten Buru. Tahun depan (2026) akan dibangun lima lagi rumah sakit tipe yang sama di MBD, KKT, Kota Tual, Bursel dan Kabupaten Kepulauan Aru,” pungkas Lewerissa.
Dikatakan, rumah sakit yang dibangun tersebut akan dilengkapi dengan fasilitas yang modern termasuk didalamnya juga ada sensor untuk mendeteksi kanker payudara, juga dengan fasilitas yang lengkapnya.
“Pertanyaannya adalah apakah tenaga kesehatan kita cukup untuk mengoperasikan fasilitas yang modern dan lengkap Itu? Kita tidak bisa bilang cukup kalau yang banyak paling dokter umum, dan beberapa spesialis saja,” ujarnya.
Gubernur juga menambahkan bahwa dirinya sudah telah menyampaikan kepada Menteri Kesehatan RI bahwa pemerintah Provinsi Maluku sepenuhnya mendukung program percepatan dari pemerintah Prabowo di bidang kesehatan, namun juga meminta ada perhatian pemerintah pusat kepada pemerintah di kabupaten kota di Provinsi Maluku, untuk memastikan distribusi tenaga dokter ahli.
“Kalau bisa merata demi dan untuk asas keadilan untuk kita di Maluku,” pintah Lewerissa.

