Site icon BeritaJar

Curah Hujan Tinggi, Akses Jalan Desa Durjela-Kota Dobo Putus

Dobo, Beritajar.com: Hujan Turun dengan intensitas tinggi sehingga mengakibatkan putusnya jalan penghubung antar desa Durjela- kota Dobo, Kecamatan Pulau-Pulau Aru, Rabu (02/7/2025).

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun media ini, warga desa Durjela Yesayas Gabriel (saksi) sekira pukul 09.13 WIT bersama beberapa warga desa durjela melintasi menuju kota Dobo, namun saat melintas ujung desa melihat retakan besar pada bibir jalan serta terdapat beberapa lubang di bagian bibir jalan.

Kemudian saksi bersama bersama beberapa warga memeriksa bagian bawah jalan dan terdapat lubang besar di sisi kiri jalan, seketika itu saksi memerintahkan warga desa untuk melaporkan hal tersebut kepada kepala desa dan warga desa durjela agar dapat melihat kondisi jalanan yang hampir putus dan dapat mengambil langkah untuk segera melakukan bantuan.

Pukul 09.30 WIT. Babinsa desa Durjela, Serma Petrus M. Belwawin bersama warga sekitar bergotong royong untuk membuat saluran darurat agar debit air yang masih tertampung dapat mengalir lebih cepat serta membuat akses jalan darurat untuk warga desa dapat melintas.

Selanjutnya pada pukul 09.50 WIT, tim Basarnas serta personil polres Aru mendatangi TKP dan membantu warga membuat akses jalan darurat.

Terpisah, Kepala BPBD Kepulauan Aru, Berthy. C Imuly saat di konfirmasi beritajar.com membenarkan telah terjadi putus jalan di terjang air akibat turunnya hujan dengan intensitas tinggi.

Menurutnya, kondisi sampai saat ini baik kendaraan motor maupun mobil belum ada yang bisa lewat karena jalan terputus.

“Tadi kami sudah turun melihat langsung di lokasi kejadian dan kondisi saat ini baik motor maupun mobil belum bisa lewat dikarenakan keadaan jalan yang rusak, sementara air mengalir deras,” ucap Kepala BPBD Kepulauan Aru.

Ia juga menyampaikan, curah hujan yang tinggi mengakibatkan air masih meluap sehingga belum bisa untuk ditangani.

“Saat ini yang bisa dilakukan yaitu dikasih kesempatan untuk air sampai habis, kerena genangan yang cukup besar di atas dan dampaknya nanti di dalam desa,” katanya.

Olehnya, kata Imuly langkah yang diambil bersama warga desa setempat adalah harus tunggu sampai air habis dulu barulah diambil langkah pencegahan selanjutnya.

“Tindakan yang kami laksanakan yaitu koordinasi dan kita laporkan ke Pak Bupati, lalu nanti dibicarakan dengan Dinas Teknis yakni Dinas PU sambil menanti petunjuk untuk ke langkah selanjutnya,” jelas Kepala BPBD Aru.

Pada kesempatan tersebut, dirinya menghimbau kepada pengendara maupun masyarakat untuk lebih berhati-hati saat melintasi lokasi-lokasi yang rawan longsor dan tetap waspada serta utamakan faktor keamanan.

Exit mobile version