Dobo, Beritajar.com: Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, Kepolisian Resort (Polres) Kepulauan Aru melaksanakan kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II, Kamis (05/0/2025).
Kegiatan yang berlangsung di perkebunan Kilo Meter 7 Desa Durjela Kecamatan Pulau-Pulau Aru, Kabupaten Kepulauan Aru tersebut merupakan bagian dari program Asta Cita Pemerintah Republik Indonesia.
Panen raya ini turut dilaksanakan serentak secara nasional dan terhubung dengan kegiatan utama yang dihadiri oleh Presiden RI, Prabowo Subianto bersama Kapolri.
Sementara di Aru sendiri, kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Kepulauan Aru, AKBP Albert Perwira Sihite, S.H.,S.I.K.,M.H, serta dihadiri Wakil Bupati Aru, Drs. Mohammad Djumpa, MSi, Kabid Ketahanan Pangan Aru, G. P. De-fretes, Waka Polres Kepulauan Aru, Kompol Johanis Horhoruw, AMK, S.H, Para PJU Polres Kepulauan Aru dan Tim Penyuluh Sobat Petani Kepulauan Aru.
Pantauan media ini, kegiatan pembukaan yang dilakukan secara zoom tersebut diawali dengan Laporan tentang panen raya jagung kuartal II oleh Kapolri.
Selanjutnya penayangan Vidio Bakti Polri untuk ketahanan pangan nasional.
Sementara Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dalam sambutannya mengatakan bahwa swasembada pangan kunci dari keberhasilan suatu negara.
Maka dari itu, marilah kita sama sama melaksanakan pemantauan terhadap ketahanan pangan kita di Indonesia.
Dikatakan, setiap propinsi dan Desa harus Swasembada pangan, agar kita dapat mandiri dan dapat berdiri di kaki kita sendiri tidak bergantung pada Negara lain.
“Puji syukur dengan kesadaran Kapolri, Panglima TNI dapat mewujudkan Swasembada pangan di Indonesia lebih baik dan saya harapkan kami tidak akan Ekspor dari Negara lain,” ucap Prabowo.
Ia sampaikan, Indonesia sedang menuju swasembada pangan dan sudah bisa dikatakan Indonesia bisa berdiri di atas kaki sendiri, karena sekarang Indonesia tidak Ekspor lagi dari Negara Negara lain.
Selain itu, menurutnya, apa yang telah di capai sekarang ini sudah sangat mencukupi. Tahun 2026 Indonesia tidak akan ekspor lagi tapi harus mengimpor ke negara negara lain.
“Itu merupakan rencana kami, saya berkeyakinan bahwa Indonesia akan menjadi ladang pangan Dunia dan merupakan negara yang akan di segani oleh negara negara lain dalam bidang pangan Dunia,” papar Presiden.
Tujuan utama kita, kata Presiden Prabowo adalah untuk menambah penghasilan para petani agar dapat membantu dalam perekonomian mereka lebih baik lagi.
“Kekuatan kekuatan asing ada yang tidak suka Indonesia maju terutama di bidang pertahanan pangan dan saya sangat puas dengan sinergitas kita di pertahan kan lagi agar dapat meningkatkan ketahanan pangan,” ujarnya.
Disamping itu, Keberhasilan di semua lini, Prabowo katakan dapat dilihat dari sinergitas yang sangat baik dan sangat memuaskan. Olehnya dirinya berharap marilah sama sama untuk membangun di bidang ketahanan pangan Dunia.
“Karena harga pangan harus terjangkau oleh rakyat dan hasil panen harus di jangkau oleh masyarakat agar tidak menyulitkan masyarakat yang kurang mampu,” jelas Presiden Prabowo.
Selanjutnya pada kesempatan tersebut dilakukan Dialog Interaksi bersama Presiden Republik Indonesia.
Kemudian Panen Jagung Serentak Kuartal II oleh Presiden Republik Indonesia didampingi Kapolri dan Mentri Pertanian. Serta Pelepasan keberangkatan Eskpor perdana jagung sebanyak 1200 (seribu dua ratus) Ton ke Malaysia oleh Presiden Republik Indonesia.

