Dobo, BeritaJar.com: Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel mengatakan optimisme yang tinggi bahwa daerahnya akan mendapatkan prioritas dalam program ini. Keyakinan tersebut didasarkan pada kesiapan lahan serta kelengkapan dokumen yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah.
“Dalam kesiapan Pemda untuk sekolah rakyat, kita sudah melengkapi administrasi dalam bentuk kesiapan tanah. Tanah ini kita sudah hibahkan kepada pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI),” ungkap Kaidel kepada Wartawan, Kamis (8/5/2025) usai menghadiri Paripurna di gedung Sitakena.
Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, Bupati berharap dapat segera merealisasikan pembangunan Sekolah Rakyat di Aru demi meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat.
Selain itu, dirinya mengaku administrasi-administrasi lain termasuk amdal sudah disiapkan, sehingga Kepulauan Aru sudah masuk dalam kategori daerah yang siap melaksanakan sekolah rakyat ini.
“Kita pastikan bahwa Aru yang pertama dari 200 daerah yang disiapkan untuk tahap pertama ini, Aru masuk dalam 200 daerah itu,” tegas Kaidel meyakini.
Pemerintah Kepulauan Aru berkomitmen untuk terus mendorong langkah-langkah strategis guna memastikan proyek ini berjalan sesuai harapan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sehingga dengan adanya proyek sekolah rakyat ini diharapkan dapat menyelesaikan mata rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan.
Untuk diketahui, Sekolah Rakyat adalah program pendidikan gratis berasrama yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem di Indonesia, yang diinisiasi oleh pemerintah.
Program pendidikan gratis berkonsep asrama yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto dan diimplementasikan oleh Kementerian Sosial ini, bertujuan untuk menyediakan akses pendidikan berkualitas dan pemerataan kesempatan belajar bagi anak-anak yang kurang mampu.

