Dobo, BeritaJar.com: Warga Dobo Kabupaten Kepulauan Aru, dihebohkan adanya temuan ikan Paus besar terdampar di pelabuhan Yos Sudarso, Kelurahan Galay Dubu, Kecamatan Pulau-Pulau Aru. Bangkai ikan paus dengan panjang sekira 9 meter itu diketahui terdampar pada Kamis (1/5/2025) dini hari.
Mendapat informasi bahwa ada ikan Paus terdampar, warga langsung berbondong-bondong menuju pelabuhan Yos Sudarso Dobo melihat sosok ikan yang terdampar.
Terlihat, ratusan masyarakat memadati pelabuhan Yos Sudarso untuk melihat secara dekat bangkai ikan paus tersebut.
Selain itu, pada kesempatan itu, Tua-tua adat Aru juga memberikan ritual terhadap bangkai paus tersebut dan membungkusnya dengan kain adat, sebelum dievaluasi ke rumah adat wangel guna membuat ritual adat.
Kepala PT Pelni Cabang Dobo, Ibrahim mengatakan, hewan mamalia ini ditemukan oleh salah satu ABK kapal yang sementara sandar di Pelabuhan Yos Sudarso Dobo sekira pukul 02.00 WIT dini hari.
“Saya tiba di sini jam 2 dini hari, subuh tadi malam. Nah, ketika proses kapal masuk sandar di Pelabuhan Dobo ini, begitu nempel, saya sendiri juga tidak tahu awalnya. Namun saya sudah naik ke kapal, ada salah satu ABK mungkin perwiranya itu melihat ikan tersebut masuk ke haluan, nah, ketika kami turun mengecek benar ada ikan yang muncul di permukaan,” ucapnya kepada wartawan disela-sela Evakuasi bangkai paus tersebut.
Ia mengungkapkan, saat ditemukan, bangkai Paus berada di depan dermaga dan saat kapal keluar barulah mereka mengangkat bangkai tersebut.
“Prosesnya dari malam hingga siang ini barulah bangkai paus tersebut dapat dinaikkan di atas dermaga. Kita lakukan evakuasi dengan dibantu semua tim kita yang ada di sini, termasuk buru bagasinya, tim pengamanan
membantu untuk proses evakuasi,” jelas Ibrahim.
Sementara salah satu orang tua kepada media ini menyebutkan bahwa Paus memiliki hubungan yang signifikan dengan masyarakat Aru.
“Ikan Paus bagi kami menyebutnya “Jom Bi’Jarum” dalam bahasa lokal, diyakini sebagai leluhur oleh masyarakat,” ujarnya sembari tidak menyampaikan identitasnya.
Menurutnya, masyarakat Aru memiliki kepercayaan bahwa Paus adalah leluhur mereka. “Jadi sebelum di kubur kami melakukan ritual adat terlebih dahulu sebelum menguburkan mamalia laut yang mati terdampar ini, karena kami percaya bahwa leluhur kami berasal dari paus,” ungkapnya.






