Dobo, BeritaJar.com: Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Dobo melaksanakan agenda Silaturahmi dengan Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel.
Dalam tatap muka kemarin tersebut Ketua GMKI Cabang Dobo, Marko Karelau menyampaikan apresiasi kepada Bupati Aru atas beberapa kebijakan melalui terobosannya.
“Sebagai bentuk langkah awal melalui beberapa kebijakan yang dilakukan oleh bapak Bupati Kepulauan Aru, kami GMKI Dobo memberikan apresiasi dan juga siap untuk mengawal jalannya pemerintahan saat ini dalam di lima tahun,” ucapnya dalam rilisnya yang diterima, Jumat (18/4/2025).
Pada kesempatan itu, Marko menyampaikan bahwa masyarakat Aru sebenarnya butuh sentuhan lansung dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Aru.
Dirinya mengaku, dalam silaturahmi bersama bupati Timo Kaidel di ruang kerjanya, ada beberapa poin penting yang disampaikan yakni;
Pertama, soal status Kampus PSDKU Aru, yang sesuai realita begitu besar dana hibah yang diluncurkan dari Pemerintah Daerah pada pihak pengelola tapi nyatanya tidak sesuai ekspektasi.
Sehingga respon dari Bupati sendiri adalah akan meninjau kembali terkait dengan Kampus PSDKU Aru, karena Dana hibah yang diluncurkan cukup besar tapi tidak sesuai yang diinginkan.
Kedua, Pemerintah Daerah juga harus jeli dimana harus memanfaatkan minat dan bakat anak-anak muda Aru dengan berdayakan Lapangan Yos Sudarso.
Seperti yang dahulu ada tempat voli, bola kaki dan lainnya, selanjutnya tanggung jawab pemerintahan sekarang adalah sediakan tempat kerja untuk anak-anak muda Aru yang bisa diposisikan sesuai dengan minat dan bakat masing-masing.
“Nah, respon dari bapak Bupati Aru adalah Tribun Lapangan Yos Sudarso akan di bongkar lalu dibuat Icon daerah, sedangkan semua jenis olahraga akan dibuat di GOR, sehingga GOR kedepan akan diperbaiki biar semua aktifitas olahraga ditertibkan dan dilaksanakan di satu tempat,” katanya.
Sedangkan yang ketiga adalah kami sudah pernah mengusulkan kepada teman-teman di Dinas
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kepulauan Aru
untuk sama-sama pikirkan satu konsep untuk mengatasi anak-anak muda (dibawah umur) untuk tidak berkeliaran di jam sekolah, yang urgensinya di saat malam hari yang seharusnya mereka tidak boleh berkeliaran.
“Penyampaian ini kami berharap agar bapak Bupati bisa segera membentuk satu team berkordinasi dengan pihak Kepolisian, Satpol PP, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak dan lain-lain,” tutur Karelau.
Dalam diskusi tersebut, ujar Ketua GMKI, dirinya juga menanyakan terkait perkembangan hak-hak guru yang saat ini sementara menjadi pembicaraan dikalangan masyarakat.
“Ketika saya tanya, respon dari Bapak Bupati sendiri, beliau menyampaikan bahwa ia tidak mau dalam masa periodesasi nya fokuskan untuk bayar utang, yang mana ia hanya mau fokus untuk kerja-kerja Visi Misinya 5 tahun ini,” ungkapnya.
Sementara terkait penataan dalam kota Dobo, dalam hal ini yang sementara berjualan di pinggir ruas jalan yakni tempat buah-buahan di kompleks Namaijala, itu juga harus ditertibkan biar tidak kelihatan amburadul dalam kota ini.
“Olehnya pesan bupati untuk seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Aru, agar tetap tenang karena saat ini pihaknya masi dalam fase membenahi seluruh stakeholder untuk masyarakat serta Aru Maju,” jelasnya.

