Site icon BeritaJar

Banjir Rob Kepung Sejumlah Titik di Aru, Ratusan Rumah Terendam Air

Dobo, BeritaJar.com: Wilayah pesisir Kabupaten Kepulauan Aru tidak lepas dari terjangan banjir rob, sejumlah desa di kecamatan dilaporkan tergenang air.

Bahkan disejumlah titik kota Dobo, ibukota Kabupaten juga mengalami hal yang sama pula. Yang paling parah terjadi di desa Wahayum, Kecamatan Aru Utara.

Hal ini disebabkan karena kondisi pasang air laut, sehingga mengakibatkan puluhan rumah perlahan terendam banjir.

Kendati warga terlihat tidak terlalu cemas dan seakan sudah terbiasa, namun banjir rob membuat sejumlah aktivitas warga terganggu.

Seperti diungkapkan Ali Wamir warga desa Wahayum, Kecamatan Aru Utara Kabupaten Kepulauan Aru ini.

Menurutnya, kawasan perkampungan di desa Wahayum sudah empat hari terakhir ini tergenang banjir rob. Bahkan ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa.

“Ini sudah terjadi empat hari berturut-turut, sehingga kemungkinan besok hari terakhir ini sudah sedikit reda,” ungkapnya kepada Beritajar.com, Rabu (2/4/2025).

Namun Wamir sedikit bersyukur karena hari ini, ketinggian air tidak seperti dua hari yang lalu.

“Tapi Alhamdulillah hari ini tidak terlalu tinggi, kemarin lebih tinggi dari yang sekarang,” katanya.

Meski mengaku sudah terbiasa dengan banjir di kawasan tempat tinggalnya, namun Ketua DPD PAN Kepulauan Aru ini berharap ada bantuan dari pemerintah daerah untuk warga yang terdampak.

“Sampai saat ini tidak ada bantuan apa-apa, harapan katong di sini mungkin bisa jadi perhatian dari pemerintah dan kalau ada proses pembangunan talut agar bisa diarahkan ke desa kami, karena kalau setiap air pasang pasti masuk di dalam kampung,” harap Wamir.

Dirinya juga menambahkan, terdapat sekitar 64 rumah yang terendam di desa Wahayum. “Sini sekitar 64 rumah yang terendam, dan biasa satu rumah ada 2 sampai 3 kepala keluarga,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, banjir rob ini sudah menjadi langganan setiap tahun di desanya dan hal ini diperparah karena telah berulang-ulang terjadi.

“Solusinya harus dibangun talut, tapi ini butuh anggaran yang besar, sehingga kami hanya berharap bantuan dari pemerintah untuk melihat hal ini agar masyarakat disini dapat terhindar dari hal-hal seperti yang terjadi saat ini,”pintahnya.

Dalam peristiwa tersebut, Wamir mengaku, tidak ada warga yang mengungsi hanya saja parabot rumah dan barang-barang berharga lainnya diamankan ditempat yang kering.

Sementara itu, berdasarkan data yang diterima media ini, hampir semua desa dikawasan pesisir di sejumlah kecamatan di Kepulauan Aru mengalami terdampak banjir rob.

Exit mobile version