Dobo, BeritaJar.com: Guna menghindari terjadinya musibah dan berdampak terhadap keselamatan warga, sejumlah gedung (bangunan) tua akhirnya di bongkar.
Hal tersebut disampaikan Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel kepada wartawan, Kamis (06/03/2025) di lokasi pembongkaran salah satu gudang milik Pemkab Aru di areal pelabuhan Yos Sudarso Dobo.
Menurutnya, pembongkaran gedung yang sudah tidak layak atau tua ini pertama tujuannya adalah keselamatan warga yang beraktifitas setiap hari di kawasan tersebut.
Selain gedung tersebut yang di bongkar, kata Kaidel, gedung SDN 1 dan 2 Dobo yang terletak di jalan Kapitan Malongi kelurahan Galay Dubu juga hari ini (Kamis, red) di bongkar.
“Pembongkaran gedung dengan kontruksi dua lantai tersebut (SDN 1 dan 2) dikarenakan dari segi struktur bangunannya sudah tidak layak digunakan dan itu ditakutkan suatu saat bisa berakibat fatal jika ada aktifitas di dalamnya,” ujarnya.
Selain itu, untuk siswa siswi SDN 1 Kaidel katakan, mereka sudah dipindahkan sementara ke SMP Negeri 2 Dobo guna proses belajar mengajar
“Sedangkan SDN 2 mereka telah menempati gedung yang baru di kilo 6, sehingga untuk proses belajar mengajar tetap jalan seperti biasanya,” jelasnya.
Bupati Aru juga menambahkan, selain gudang dan gedung sekolah yang dibangkar, tugu atau taman yang berada tepat di depan kantor Telkom Dobo juga akan di bongkar.
Begitu pula, pagar tembok Polsek Pulau-Pulau Aru dan pagar tembok TPU Islam di jalan Ali Moertopo kelurahan Siwa Lima juga akan dibangkar dan nantinya dibangun baru.
“Hal ini dilakukan karena ruas jalan tersebut merupakan ruas jalan nasional yang minimal lebarnya itu 7,5 meter, sehingga akses jalan tersebut sesuai dengan yang di peruntukan sesuai dengan standarnya,” ungkap Kaidel.
Sementara itu, pantauan media ini, proses pembongkaran gudang di areal pelabuhan berlangsung aman dan lancar.
Terlihat hadir mendampingi bupati Aru sejumlah anggota DPRD Kepulauan Aru diantaranya, Sekretaris Ketua Komisi III, Steven Irmupli, Sekretaris komisi I, Vence Soenarjo, Ketua komisi II, Laganti Hutandjalai dan beberapa anggota DPRD Aru lainnya.

