Dobo, BeritaJar.com: Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel meminta pelayanan SPBU di kota Dobo beroperasi hingga malam hari guna menghadapi antrean panjang yang sering terjadi.
“Saya minta untuk SPBU reguler dan SPBU kompak guna mengurai terjadinya kemacetan dan antrian panjang, maka jam operasional harus ditambahkan dari sebelumnya tutup pukul 5.30 dan jam 8 malam menjadi pukul 10 hingga 12 malam,” pintahnya saat menggelar rapat koordinasi bersama Pertamina dan Agen Penyalur BBM di lantai II kantor Bupati, Selasa (04/03/2025).
Menurut bupati, tidak ada alasan bahwa tidak bisa buka hingga pukul 22.00 WIT hingga 00.00 WIT karena alasan penambahan jam kerja dan penambahan karyawan yang secara langsung akan berdampak terhadap penghasilan, begitu pula dengan alasan penerangan, ia tegaskan tidak ada alasan seperti itu.
“Jika alasannya jam kerja atau biaya bertambah itu akan di lihat oleh Pemda,” jelas Kaidel.
Atas permintaan bupati tersebut, kedua SPBU yakni SPBU reguler dan SPBU kompak bersedia membuka hingga 12 malam.
Pada kesempatan itu, pihak SPBU kompak mengeluhkan penerangan lampu jalan jika pada malam hari sehingga bupati berjanji dan tegaskan bahwa besok malam seluruh penerangan jalan sudah nyalah.
“Jadi tidak ada alasan seperti itu, karena ini demi mengurai dan menghilangkan permasalahan yang selama ini terjadi,” tegas Kaidel.
Sementara menyikapi fenomena antrian bahan bakar minyak (BBM) khususnya minyak tanah di tengah masyarakat, bupati Aru dalam rakor tersebut mempertanyakan fenomena yang selalu terjadi di tangah masyarakat terkait dengan antrian yang selalu terlihat di hampir seluruh kota Dobo.
Olehnya, diharapkan ada solusi yang dapat diambil guna mengantisipasi fenomena tersebut.
Dari pihak Pertamina juga mengakui bahwa stok BBM jelang bulan Ramadhan cukup. Namun, bila terjadi antrian itu ada pada pihak penyaluran atau agen khusus minyak tanah, karena penghitungan stok itu cukup.
“Saya meminta agar permasalahan di tengah penyalur agar segera di selesaikan. Dan ini harus di evaluasi sehingga ada solusi terbaik guna mengurai terjadinya antrian di tangah masyarakat,” ucap Kaidel.
Sementara untuk permasalah sering terjadinya antrian pula di SPBU Nelayan, dirinya mengaku sudah menjadi rahasia umum, BBM subsidi banyak di salah gunakan (dijual) bagi yang bukan hak menggunakannya.
“Nah, ini juga harus kita putus mata rantainya sehingga benar-benar BBM subsidi ini dapat digunakan oleh yang berhak bukan sebaliknya,” tandas Bupati Aru.
Pada rakor tersebut, dihadiri Wakil Bupati Kepulauan Aru, Mohammad Djumpa, Kadis Perindag Bernard Atdjas dan Plt. Kadis Perikanan Kepulauan Aru, Armand Walay.

