Dobo, BeritaJar.com: Dalam 100 hari kerja, Bupati Kepulauan Aru Timotius Kaidel berkomitmen untuk menyelesaikan sejumlah persoalan yang menjadi prioritas. Salah satu yang utama yang harus dibenahi adalah keuangan daerah.
Hal ini diungkapkan Kaidel kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (03/03/2025).
Menurutnya, sebagai langkah awal mulai kita (bupati dan wakil bupati) bertugas yang perlu dibenahi pertama adalah keuangan daerah.
“Sebagai langkah awal menjalankan sebuah pemerintahan, kita benahi dulu keuangan daerah. Jadi keuangan daerah itu masalah bapak ibu yang sering mengeluh gaji terlambat dan belanja-belanja yang tidak terbayarkan serta hal-hal yang menyangkut keuangan seperti pasar sepi ini tergantung dari keuangan daerah sehingga harus dibenahi dulu dari kita punya pos APBD dulu,” ujar Kaidel.
Dirinya menyampaikan bahwa Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) telah dipanggil dan sudah mempresentasikan semua tentang postur APBD tahun 2025 kepadanya.
“Memang ada beberapa hal yang perlu diperbaharui dan benahi lagi dan harus disesuaikan dengan belanja untuk visi-misi dan program-program pemerintahan saat ini,” jelas Kaidel.
Bupati menuturkan, pengajuan APBD perubahan biasanya bulan September tapi kita di pemerintahan sekarang diberikan ruang untuk dipercepat menjadi pada bulan Mei sehingga dapat menyesuaikan dengan visi dan misi pemerintahan saat ini.
“Jadi kepala daerah itu punya hak untuk mengajukan perubahan karena dia harus menyesuaikan dengan belanja visi-misi dia dan program-program dia karena ABPD saat ini tidak dibahas oleh kami tapi pemerintahan lalu sehingga harus kita menyesuaikan,” bebernya lagi.
Selain itu, ungkap Kaidel, saat ini yang jalan hanya gaji pegawai saja. Ia juga telah mendorong agar tambahan penghasilan pegawai (TPP) akan dibayarkan tahun ini.
“Kita dorong tadi kalo TPP tahun kemarin ada dimasukkan dalam APBD berarti bulan Mei mendatang bisa dibayarkan dan gaji pokok juga jalan dan tidak ada orang terlambat bayar gaji lagi,” bebernya.
Disamping itu, untuk pembayaran gaji akan melalui satu pintu dan tidak melalui dinas/badan sendiri-sendiri.
“Satu pintu, jadi setiap tanggal satu itu semua pegawai sudah harus terima gaji. Makanya kita punya komponen pegawai di Aru sini harus tertata,”pintah Kaidel.
Disisi lain, Kaidel akan mendata semua layanan masyarakat dan fasilitas umum seperti pasar, penanganan sampah, lampu jalan, pelabuhan, tol laut, pertamina dan transportasi laut serta sejumlah lainnya.
“Setiap hari harus ada data yang kita benahi dan dalam satu Minggu ini pasti ada program masyarakat setiap hari yang kita lakukan sehingga harus ada progress dan 100 hari itu akan terlihat,” beber Bupati Kaidel.

