Pemekaran dan Kelembagaan Jemaat Karseka Diharapkan Dapat Mendorong Kemandirian

oleh -

Dobo, Beritajar.com: Pemekaran dan kelembagaan jemaat adalah cara gereja untuk mengakomodasi kebutuhan jemaat yang bukan hanya pembagian wilayah, tetapi juga langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang mengakomodasi pertumbuhan jemaat.

Hal ini diungkapkan Wakil Bupati Kepulauan Aru, Muin Sogalrey dalam sambutan Bupati saat menghadiri Pemekaran Jemaat Dobo dan Kelembagaan Jemaat GPM Karseka, Minggu (01/12/2024) di Gereja Solagrasia.

Dikatakan, pemekaran tersebut tentunya sudah didahului dengan Pra kondisi seperti studi kelayakan, koordinasi dan persetujuan dari pimpinan gereja berjenjang sehingga membantu gereja memberikan pelayanan yang lebih efektif dan personal kepada setiap anggota jemaat.

“Pemekaran dan kelembagaan jemaat Karseka diharapkan dapat mendorong kemandirian jemaat ini untuk dapat beradaptasi, merespon tantangan perubahan sosial dan kebutuhan jemaat yang semakin beragam, serta mandiri dalam mengelola program kegiatan dan keuangan jemaat,” ucap Sogalrey.

Selain itu, lanjutnya, berdaulat lah atas kasih karunia Allah dan biarkanlah kasih itu kepada orang yang lemah dan susah, serta hadirkanlah pemulihan hidup secara masif melalui hidup dan karya kita.

Ia berpesan, berdoalah untuk konsep moderasi beragama guna memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa di tengah konteks yang plural dan perubahan sosial yang revolusioner, kuatkan modal sosial berbasis kearifan lokal, imajinasikan tentang damai, mandiri dalam daya, dana dan teologi tentang Tuhan dan kehidupan yang berdamai sejahtera.

Selaku pemerintah daerah, dirinya menyampaikan terima kasih kepada semua umat dan pelayanan GPM di Klasis Pulau-Pulau Aru, yang mana telah bersama pemerintah, TNI, Polri dan seluruh lembaga penyelenggara telah melaksanakan agenda Pilkada yang telah berlangsung dengan aman, damai dan tentram.

“Saya juga mengajak dan menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat dari gudor juring sampai juring toi toi, mari bersatu untuk mendukung kepemimpinan daerah bupati dan wakil bupati terpilih dalam melaksanakan tugas pemerintahan dan pelayanan publik masyarakat untuk 5 tahun kedepan untuk menghadirkan Aru yang aman, damai dan bermartabat,” himbau Sogalrey.

Ditambahkan pula, kita telah memasuki minggu-minggu adventus, untuk itu, ia menghimbau kepada seluruh jemaat dan masyarakat agar kemitraan kerjasama, memelihara keamanan dan ketertiban, toleransi masyarakat, hindari melakukan pelanggaran hukum, gemar menggunakan petasan dan rakitan yang bisa mengancam keselamatan diri dan orang lain, mengkonsumsi minuman keras yang berlebihan yang berujung pada tingginya kasus lakalantas menjelang dan sesudah Natal.

Kepada Ketua Majelis Jemaat yang baru, Sogalrey berharap dapat membangun kerjasama antar pemerintah daerah, para pelayan dan anggota jemaat dalam menyikapi tantangan dan peluang, membangun sumber daya manusia, kepemimpinan dan program kerja serta mampu berinovasi dan mengembangkan potensi jemaat demi mewujudkan visi dan misi gereja berkelanjutan secara berjenjang.

Dirinya juga memberikan apresiasi atas kelembagaan jemaat GPM Karseka klasis GPM Pulau-pulau Aru di saat ini. Oleh pemerintah ia menilainya sebagai bentuk keikutsertaan GPM dalam kemitraan bersama pemerintah, berencana dan bekerja dalam peran fungsi dan tugas kita.

“Dalam momen ini juga bersamaan dengan kelembagaan jemaat GPM Karseka, saya menyampaikan terima kasih atas kerja keras dan pergumulan semua umat dan pelayanan di jemaat Dobo sehingga kelembagaan ini dapat dilaksanakan,” tandas Sogalrey.