Dobo, BeritaJar.com: Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 01, Kelurahan Siwalima Kecamatan Pulau-Pulau Aru tampil unik saat proses pencoblosan.
Pada pemungutan surat suara tersebut mereka (KPPS) tampak kompak mengenakan baju adat Aru.
“Pesta demokrasi lima tahunan ini harus kita sambut dengan gembira tentunya dengan datang ke TPS dan menentukan pilihan,” ucap salah petugas KPPS TPT 01 kepada media ini, Rabu (27/11/2024) disela-sela pencoblosan.
Dia mengungkapkan, penggunaan pakaian adat tersebut selain jadi terlihat tampil beda, juga bertujuan menarik perhatian bagi warga masyarakat agar datang ke TPS.
“Maksud dari mengenakan pakaian adat ini untuk mengangkat budaya Aru guna menarik daya tarik masyarakat saat datang pencoblosan,” ujar sumber yang tidak menyebutkan identitasnya.
Sementara pantauan media ini di lokasi TPS, terlihat Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu Aru, Novita Ohoiulun melaksanakan pengawasan di TPS (01) Siwalima tersebut.
Dalam pengawasan itu, tampak juga dihadiri Koordinator Devisi Sumber Daya Manusia Organisasi dan Diklat Bawaslu Provinsi Maluku, Stevin Melay.
Kehadiran Bawaslu Aru dan Bawaslu Maluku tersebut guna mengecek kondisi lapangan saat warga melaksanakan pencoblosan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Aru.
Pada kesempatan itu juga digunakan Stevin Melay untuk ikut memberikan hak suaranya. Setelah menunggu beberapa saat, ia lantas diarahkan menuju meja petugas selanjutnya mengisi daftar hadir.
Selanjutnya ia diberikan satu lembar surat suara, yakni untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku untuk melakukan pencoblosan.
Saat pencoblosan berlangsung situasi terpantau aman dan lancar serta mendapat pengamanan dari anggota Polres Aru dan Satuan Polisi Pamong Praja Kepulauan Aru.

