Kemah Penggerak Jargaria dan Pencanangan Gerakan Kora-Kora Digelar

oleh -

Dobo, BeritaJar.com: Kegiatan Kemah Penggerak Jargaria dan Pencanangan Gerakan Kora-Kora (Kolaborasi Aksi Guru Penggerak) di kabupaten Kepulauan Aru resmi digelar, Senin (28/10/2024).

Kegiatan yang digelar oleh Duta Teknologi Maluku bekerjasama dengan Guru Penggerak Kabupaten Kepulauan Aru berlangsung di Pantai Papaliseran tersebut dibuka oleh Bupati Kepulauan Aru, dr. Johan Gonga.

Dalam sambutannya, bupati menyampaikan bahwa salah satu misi pemerintah daerah adalah mewujudkan tata kehidupan masyarakat yang aman, tertib, adil, demokratis dan bermartabat berdasarkan pada nilai agama, budaya dan kearifan lokal.

Untuk mencapai itu, kata Gonga pemerintah daerah telah berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui berbagai program dan kegiatan aksesibilitas pendidikan, pemerataan layanan pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Kepulauan Aru yang menjadi fokus tersendiri.

Keterbatasan anggaran untuk peningkatan prasarana dan sarana penunjang pendidikan juga, lanjut bupati, belum bisa semua dan masih ada pekerjaan rumah pemerintah daerah, mengingat tantangan geografis kepulauan yang sangat membutuhkan pendanaan.

“Dan syukur kami berfokus pada dua bidang yaitu terkait kesehatan dan pendidikan, maka dari itu peningkatan kualitas SDM di Aru menjadi sasaran utama dengan harapan semakin tinggi tingkat pendidikan suatu masyarakat daerah maka ada nilai-nilai moral tentang kesadaran akan membangun negeri ini akan semakin tinggi,” ungkap Gonga.

Selain itu, di era yang terus berkembang dengan pesat ini, manusia sedang mengalami perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan termasuk dalam hal pendidikan, kebudayaan, teknologi, politik, ekonomi, kesehatan, sosial dan lain-lain.

“Salah satu konsep yang tengah digaungkan saat ini adalah masyarakat 5.0 (society 5.0) yang mendorong integrasi teknologi digital dengan kehidupan sehari-hari,” ujar bupati.

Dalam konteks ini, pendidikan memiliki peran sentral dalam mempersiapkan generasi yang datang untuk hidup dan berkontribusi dalam masyarakat 5.0 yang semakin maju dan kompleks.

Pembelajaran seumur hidup menjadi kunci dalam konteks pendidikan di masyarakat 5.0. Menurut Gonga, pendidikan tidak lagi terbatas pada masa sekolah formal tetapi meluas sepanjang kehidupan individu, hal ini dimaksudkan agar setiap individu terus mengembangkan keterampilan, pengetahuan dan kecakapan hidup dan kemampuan beradaptasi dalam perubahan yang dinamis.

Gonga juga mengatakan, gurulah sangat memegang peran yang penting dalam memfasilitasi pembelajaran seumur hidup ini. Selain sebagai pengajar, guru juga berperan sebagai fasilitator pembelajaran yang menginspirasi, membimbing dan memberikan panduan kepada siswa.

Disamping itu, Guru memiliki tanggung jawab untuk mengenalkan siswa pada teknologi terkini, memanfaatkan kemajuan teknologi dalam proses pembelajaran dan membantu siswa mengembangkan keterampilan multidisipliner yang dibutuhkan di masyarakat 5.0.

Namun, masih terdapat tantangan dalam mengoptimalkan budaya belajar di kalangan guru. Banyak guru yang belum sepenuhnya sadar memanfaatkan potensi pembelajaran seumur hidup dan teknologi yang tersedia, kurangnya pemahaman dan penguasaan terhadap perkembangan teknologi menjadi salah satu kendala yang dihadapi oleh sebagian guru.

Oleh karena itu, perhatian dan kesadaran terhadap hal ini perlu ditingkatkan termasuk dalam upaya memberikan pelatihan dan pengembangan profesional berkelanjutan bagi guru termasuk kegiatan Kemah Penggerak Jargaria adalah bagian terobosan bagaimana guru mau menata perubahan yang dinamis.

“Salah satu poin yang kita ingatkan kedepan bahwa teknologi tetap digunakan untuk kepentingan manusia sehingga dari sisi efisiensi dan efektivitas kecepatan dan daya serap serta kemudahan layanan akan di dapat bagi guru yang memiliki kemampuan digital,” jelas Gonga.