Site icon BeritaJar

Sahabat Teknologi Maluku 2024 di Aru Berbagi dan Berkolaborasi Bersama Dewan Guru

Dobo, BeritaJar.com: Dalam mengikuti PembaTIK (Pembelajaran Berbasis Tik) level 4, Sahabat Teknologi Maluku tahun 2024 memasuki sesi berbagi dan berkolaborasi bersama dewan guru di SMA Negeri 3 Kepulauan Aru, Sabtu (26/10/2024) dengan tema “Inovasi Pembelajaran Digital Sebagai Wujud Implementasi Kurikulum Merdeka”.

Kegiatan yang berlangsung di SMAN 3 Aru ini merupakan kegiatan wajib yang harus dilaksanakan oleh sahabat teknologi dalam menyelesaikan tugas pembatik level 4.

Acara tersebut diawali dengan pembukaan sekaligus dibuka oleh Plt. Kepala SMAN 3 Kepulauan Aru, Fatima Efruan, S.Pd.

Efruan dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada kedua sahabat teknologi perwakilan Aru yang begitu semangat mengikuti apa saja yang disediakan oleh pemerintah melalui kurikulum merdeka.

“Sehingga wujud nyata bisa terpilih sebagai perwakilan di Kabupaten Kepulauan Aru untuk memberikan ilmu, yang nantinya dapat berguna bagi kita sebagai pengajar dan pendidik,” katanya.

Ia berpesan, apapun yang akan diikuti oleh bapak ibu guru sepanjang tidak menyimpan dari kurikulum dan sebagai seorang pendidik maka tetap disuport.

“Olehnya sekolah tetap support dan memfasilitasi sesuai dengan kemampuan yang ada dan saya sebagai pimpinan sekolah tetap mendukung bapak ibu,” ucapnya.

Selanjutnya pada kesempatan tersebut, menghadirkan 2 narasumber dari Sahabat Teknologi Maluku 2024 yaitu Rosmiati, S. Pd dan Harsidin, S. Pd.

Sahabat teknologi Maluku, Rosmiati narasumber dikesempatan itu berbagi materi tentang Petualangan Dunia Data Melalui Metode Scramble. Sementara Harsidin berbagi terkait Pembelajaran terdiferensiasi dengan smart Apss Creator Model Learning Station bersama Wordwall dan Quiziz.

Rosmiati dalam paparannya intinya mengatakan bahwa Penerapan MPI (Multimedia Pembelajaran Interaktif) dari metode Scramble dalam pembelajaran matematika secara umum memiliki banyak manfaat, terutama dalam meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa.

Namun, tantangan dalam hal teknologi, manajemen waktu dan partisipasi individu perlu diatasi agar metode ini bisa lebih efektif.

“Dengan perencanaan yang baik, kombinasi multimedia, interaksi dan Scramble dapat membuat pembelajaran matematika lebih menarik, kolaboratif dan bermakna,” jelasnya.

Sementara Harsidin menuturkan bahwa Pelajaran dengan kemampuan guru yang meningkat diharapkan siswa bisa mengikuti proses pembelajaran yang menyenangkan.

“Karena kembali kepada tujuan pendidikan filosofi Ki Hajar Dewantara bahwa setiap anak itu memiliki keberagaman dan kita harus mendidik mereka sesuai dengan kodrat dan zamannya,” tuturnya.

Dijelaskan pula, zamannya siswa sekarang berada di generasi z yakni zaman teknologi informasi, maka sepatutnya guru mengupdate kemampuannya untuk mengembangkan multimedia pembelajaran berbasis teknologi sesuai dengan gaya belajar siswa saat ini.

Kemudian kebutuhan-kebutuhan siswa dalam hal menyiapkan media pembelajaran yang interaktif.

“Nah itu yang menjadi tujuan dalam pelaksanaan kegiatan ini yakni pembelajaran berbasis tik. Dengan demikian siswa lebih meningkat pemahamannya kemampuannya untuk membuat multimedia pembelajaran dan bisa diaplikasikan di dalam kelas masing-masing,” ungkap Harsidin usai kegiatan.

Dirinya juga berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti di situ saja tetapi ada kegiatan-kegiatan berikutnya yang bisa berkelanjutan supaya apa yang didapat di kesempatan kali ini bisa dikembangkan lagi di pertemuan-pertemuan berikutnya.

“Harapannya kalau ada kesempatan bisa dimaksimalkan lagi sehingga implementasinya di kelas yang fokusnya ke siswa bisa belajar lebih bahagia dengan multimedia pembelajaran itu bisa tercapai,” tandas sahabat teknologi Maluku itu.

Selaku sahabat teknologi Maluku 2024, dirinya bersama Rosmiati mewakili Kepulauan Aru 30 besar untuk Provinsi Maluku di level 4 ini.

“Sekarang sudah masuk level 4 akan dipilih 5 peserta untuk mewakili tingkat nasional dan dipilih sebagai duta tekhnologi di tahun 2024,” jelas Harsidin.

Sebagaimana diketahui, pihaknya telah melakukan praktek baik di 5 sekolah yakni SMA Negeri 3 Kepulauan Aru, SMA Yos Sudarso, SMA PGRI, SMA Kristen dan SMA Negeri 1 Aru.

Exit mobile version