Site icon BeritaJar

Upaya Turunkan Stunting, Pemkab Aru Gelar Aksi 3 dan 4 Konvergensi

Dobo, BeritaJar.com: Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru terus melakukan upaya dalam pencegahan dan penurunan angka stunting.

Salah satu upaya yang dilakukan Pemkab Aru melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kepulauan Aru adalah aksi 3 dan aksi 4 konvergensi percepatan penurunan stunting.

Kegiatan yang berlangsung, Senin (7/10/2024) di Aula lantai II BPKAD Kepulauan Aru tersebut dibuka oleh Bupati Johan Gonga dan dihadiri Wakil Bupati Muin Sogalrey, pimpinan OPD lingkup Pemkab Aru, Camat, kades dan tamu undangan lainnya.

Bupati Johan Gonga dalam sambutannya menyampaikan, stunting merupakan isu nasional, karena Stunting tidak hanya berkaitan dengan permasalahan kesehatan saja, namun memiliki resiko yang lebih luas yang berdampak pada kecerdasan anak dan generasi bangsa berikutnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, permasalahan Stunting adalah permasalahan bersama yang harus diatasi secara bersama-sama.

“Mengatasi permasalahan stunting di Aru, perlu dilakukan secara terintegrasi, melalui tim percepatan penurunan Stunting (TPPS) dan stakeholder yang sudah terbentuk sampai ke tingkat desa, sehingga penurunan stunting diharapkan agar lebih optimal,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, bupati minta tim TPPS yang sudah dibentuk harus serius bekerja bersama stakeholder berkolaborasi bekerja dalam penurunan stunting di Aru.

Dirinya juga meminta agar para kepala desa dapat menganggarkan anggaran dana desa (DD) untuk penanganan stunting.

“Saya minta para kades dapat dianggarkan anggaran dana desa untuk stunting di desanya, ini penting,” kata Gonga.

Bupati dua periode ini juga berkomitmen, dalam percepatan penurunan stunting di bawah angka 14 persen tahun 2024, dengan kolaborasi dan sinergitas seluruh elemen melalui konvergensi kegiatan.

“Tentu kita punya harapan yaitu tahun 2024 ini sebenarnya kita sudah harus turun di bawah dibawa 14%, tapi malah data dari dinas kesehatan itu sekitar 15% sekarang, tetapi kalau data dari Kementerian ini masih tinggi. Untuk itu kita harus berkerja keras sehingga angka stunting di Aru menurun,” pintah Gonga.

Olehnya, bupati berharap, tugas dan upaya percepatan penurunan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab dinas terkait saja, seperti Dinas Kesehatan, DPPKB, serta Bapelitbang, melainkan tanggung jawab semua sektor, termasuk sektor swasta, dan seluruh elemen masyarakat.

Exit mobile version