Dobo, BeritaJar.com: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Aru melalui Dinas Kesehatan mencanangkan gerakan pengukuran kebugaran bagi aparatur sipil negara (ASN) dan promosi kesehatan jiwa dan napza di bumi Jargaria.
Kegiatan berlangsung, Jumat (4/10/2024) pagi yang dibuka oleh Bupati Kepulauan Aru, dr. Johan Gonga di lapangan Yos Sudarso Dobo dan dihadiri Wakil Bupati Muin Sogalrey dan pimpinan OPD lingkup Pemkab Aru serta banyak ASN dari berbagai instansi pemerintahan.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesehatan dan kebugaran para ASN tetap terjaga, sehingga mereka dapat bekerja secara optimal dan produktif.
Bupati Johan Gonga dalam sambutannya menyampaikan, Germas merupakan program pemerintah untuk mendorong masyarakat menjalani gaya hidup sehat dan aktif di seluruh Indonesia.
Gerakan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat termasuk instansi pemerintah untuk menciptakan budaya hidup sehat dalam rangka meningkatkan kualitas hidup.
Dalam konteks Kabupaten Kepulauan Aru, kata Gonga germas menjadi sangat penting mengingat kondisi geografis serta tentang kesehatan yang kita hadapi.
Melalui germas pemerintah pusat mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk melakukan aktivitas fisik mengkonsumsi makanan bergizi serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan.
“Di Kabupaten Kepulauan Aru sendiri implementasi germas menjadi lebih relevan mengingat adanya potensi risiko penyakit tidak menular (PTM) yang semakin meningkat seperti diabetes hipertensi serta penyakit jantung yang umumnya dipicu oleh gaya hidup kurang baik dan pola makan yang tidak sehat,” ujarnya.
Atas nama pemerintah daerah, Gonga menyambut baik dilaksanakannya kegiatan ini yang merupakan sebuah gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) yang telah dicanangkan secara nasional sejak tahun 2017.
Pada kesempatan tersebut, dirinya mengatakan, sebagai ASN kita semua memiliki peran penting dalam melaksanakan dan menyukseskan germas.
“Salah satu langkah awal yang sangat penting adalah melakukan pengukuran kebugaran yang merupakan kebutuhan dasar dalam memastikan kesehatan yang optimal dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan dan pelayanan publik,” katanya.
Ia mengajak semua ASN dan masyarakat untuk melakukan skrining penyakit tidak menular (PTM) sebagai langkah preventif pencegahan dan penanganan yang tepat sehingga tidak sampai mengalami gangguan kesehatan serius.
Selain itu, bentuk pos kesehatan kerja di lingkungan perkantoran yang menjadi pusat pelayanan kesehatan bagi ASN, di mana pemeriksaan kesehatan rutin pengukuran kebugaran serta edukasi mengenai kesehatan dapat dilakukan secara berkala.
“Sebab dengan adanya pos kesehatan ini kita bisa lebih mudah memantau kondisi kesehatan para asin dan memastikan semua dalam kondisi prima untuk menjalankan tugas,” tuturnya.
Gonga juga berpesan, jadilah ASN promotor kesehatan kepada masyarakat luas, terutama generasi milenial, sebab salah satu tantangan terbesar di era saat ini adalah meningkatnya risiko gangguan kesehatan jiwa dan penyalahgunaan narkoba, psikotropika dan zat adiktif lainnya (napza) di kalangan anak-anak sekolah.
Oleh karena itu, melalui germas kita juga mendorong adanya pergerakan masyarakat untuk promosi kesehatan jiwa dan pencegahan penyalahgunaan napza di kalangan remaja dan anak sekolah.
“Kampanyekan kepada sekolah-sekolah sebagai tempat yang mendukung kesehatan mental dan fisik para siswa kita perlu bekerja sama dengan berbagai pihak, baik dari sektor kesehatan, pendidikan maupun masyarakat untuk menciptakan lingkungan sekolah yang sehat bebas dari ancaman napza serta mendukung kesehatan jiwa anak-anak kita,” pesan Gonga menghimbau.
Pada kegiatan tersebut, dilakukan beberapa kegiatan yakni pemerikasaan kesehatan baik pemeriksaan gula darah, kolesterol dan tekanan darah tinggi serta senam sehat.

