Ini Rencana Pemkab MBD Kelola Pasar Ikan Hnyioli Lieta

oleh -

Tiakur, BeritaJar.com: Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) melaksanakan Rapat Perencanaan Pengelolaan Pasar Ikan “Hnyioli Lieta” di ruang rapat kantor Bupati MBD, Jumat (20/09/2024).

Rapat tersebut bersama Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDS PKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Japan Internasional Cooperation Agency (JICA) dan Komisi B DPRD Kabupaten MBD serta instansi terkait lainnya.

“Atas nama Pemerintah Daerah kami memberikan apresiasi yang besar kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan RI atas kerjasama Japan Internasional Cooperation Agency (JICA) sehingga proyek Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) yakni Pasar ikan Higenis maupun SKPT pelabuhan Tiakur-Moa dapat berjalan dengan baik,” ucap Wakil Bupati MBD, Agustinus Lekwarday Kilikily dalam sambutannya.

Menurutnya, ini sebuah langkah maju yang diperoleh Pemerintah Kabupaten MBD, sekaligus memberikan manfaat yang besar untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat setelah penyerahan aset Pasar Ikan “Hnyioli Lieta” dapat dikelolah oleh Pemerintah Daerah.

Sementara itu, Direktur Pemasaran Direktorat Jenderal PDS PKP, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Erwin Dwiyana mengatakan pembangunan SKPT telah selesai dibangun.

“Secepatnya akan diserahkan sebagai aset kepada Pemerintah Kabupaten MBD untuk pengelolaan dan pemanfaatan demi kepentingan yang sebesar-besarnya kepada masyarakat,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Inspektur Jenderal Wilayah IV PDS PKP, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Lina Herlina manyampaikan bahwa saatnya bagaimana Pemerintah Kabupaten MBD dapat memanfaatkan secara optimal seluruh sarana dan prasarana yang dibangun.

“Tidak semuanya pada aspek ekonomi tetapi harus memperhatikan aspek lingkungan,” ujarnya.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten MBD, Herdi Ubro pada kesempatan itu menjelaskan perencanaan pengelolaan Pasar Ikan “Hnyioli Lieta” akan dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) setelah penyerahan aset dibawah Dinas Perikanan Kabupaten MBD.

Sarana prasarananya yang akan dikelola lanjutnya yakni Lapak Ikan Segar, Los Kuliner Serba Ikan, Cold Storage, Ice Flake, Res Room dan Parkiran.

“Untuk Lapak ikan segar itu ada sebanyak 60 lapak yang tersedia, nantinya akan ditempati oleh pemasar ikan dari pasar ikan lama dan beberapa pamasar keliling yang memiliki kartu KUSUKA Pemasar. Selain itu, pungutan restribusi daerah terhadap penggunaan lapak diatur dengan Peraturan Bupati (Perbup),” tuturnya.

Disamping itu, kata Ubro, Los Kuliner Serba Ikan ini akan disewakan kepada pedagang yang berkeinginan dan akan dikenakan retribusi sesuai dengan Peraturan Bupati.

Selanjutnya, Cold Storage ini dengan kapasitas 10 ton dan dalam pengelolaannya akan dikomunikasikan untuk melibatkan pihak ketiga.

Sedangkan soal mekanisme pengelolaan dan pengoperasian akan diatur melalui kontrak Pemerintah Daerah dengan pihak ketiga.

“Untuk Ice Flake, sudah diuji coba penggunaan kepada pedagang ikan sehingga sudah merasakan manfaatnya lebih tahan dibanding dengan es balok yang dipakai selama ini dan mekanisme pengelolaan serta pengoperasian juga melibatkan pihak ketiga,” jelasnya.

Dijelaskan pula, Res Room ini terdiri dari 10 ruangan dan didalamnya ada toilet yang terdiri dari 5 ruangan toilet untuk pria dan 5 ruang toilet untuk wanita. “Sedangkan jasa penggunaan akan dipungut retribusi oleh UPTD Dinas Perikanan Kabupaten MBD dengan besaran sesuai Peraturan Daerah,” sambungnya.

Ubro juga menyampaikan, pada pembangunan tersebut disiapkan parkiran kenderaan untuk roda dua maupun roda empat pada areal yang telah tersedia.

“Dengan petunjuk dimana retribusi parkir sesuai Perbup dan dalam perencanaan keluar masuk pasar ikan akan dipasang portal elektronik,” ungkap Ubro. (JQ)