Dobo, BeritaJar.com: Bupati Kepulauan Aru, dr. Johan Gonga meminta agar percepatan penurunan stunting di Aru menjadi bacis prioritas pembangunan daerah.
“Saya tegaskan kepada kita semua agar percepatan penurunan stunting dipastikan telah menjadi bacis prioritas pembangunan daerah kabupaten Kepulauan Aru di tahun 2024,” ucapnya saat membuka kegiatan Diseminasi dan Rencana Tindak Lanjut Audit Kasus Stunting Semester 1 tahun 2024, Rabu (31/7) di Lantai II Kantor Bupati Kepulauan Aru.
Hal ini lanjutnya, sejalan dengan penyelenggaraan reformasi, birokrasi, tematik sesuai arahan pemerintah pusat sebagai bentuk sinergi dan integrasi stunting dalam perencanaan kinerja pemerintah daerah berkelanjutan.
Gonga katakan, sesuai dengan tujuannya kegiatan diseminasi audit stunting bertujuan untuk mencari penyebab terjadinya kasus stunting, menggali kasus-kasus penting yang sulit untuk diatasi dan mengidentifikasi risiko terjadinya stunting pada kelompok sasaran tertentu.
Selain itu, merupakan sebuah proses penyebaran informasi, pengetahuan kepada masyarakat luas dengan tujuan menemukan ide dan gagasan dalam menangani masalah stunting ini.
“Kepada tim audit saya berharap dapat menggali informasi dan inti data faktual yang valid terhadap database angka stunting kabupaten Kepulauan Aru yang masih di label dengan rating tinggi di provinsi Maluku,” ujar Gonga.
Disamping itu, Prevalensi data yang terupdate dapat memberikan gambaran sejauh mana optimalisasi reaksi dan intervensi yang dilakukan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan KB serta OPD mitra secara periodik serta sesaji dalam laporan kepada pemerintah provinsi dan pusat.
“Kepada tim saya berharap dapat bekerja secara maksimal dan mandiri sesuai petunjuk teknis diseminasi audit sehingga memberikan rekomendasi dan rencana tindak lanjut dari 4 sasaran, grafik, dinamika dan presentasi kasus catin, bumil pasca salin dan balita oleh tim pakar harus dilaksanakan dan tetap dipantau oleh TPK (tim pendamping keluarga),” harap bupati.
Bupati dua periode ini juga mengingatkan Dinas Pengendalian Penduduk dan KB sebagai pengendali teknis agar lebih praktis melakukan inovasi kegiatan dan moneva terintegrasi dengan OPD mitra intervensi.
“Sehingga mendorong semua tim pendamping keluarga yang ada di kecamatan dan desa agar secara masif bergerak memastikan ibu hamil dan anak-anak harus ikut posyandu agar target pada bulan Agustus 2024 ini dapat tercapai 100%,” paparnya.
Dirinya berharap dengan kegiatan ini terdapat komitmen bersama untuk melaksanakan tindak lanjut dalam upaya penanganan kasus stunting oleh unsur pemerintah kabupaten Kepulauan Aru semua stakeholder menuju kabupaten Kepulauan Aru bebas stunting sesuai harapan bersama.
“Untuk mencapai harapan Kita bersama terhadap gerakan penurunan stunting Saya berharap agar mari bersama kita kuatkan kolaborasi tim untuk bekerja lebih maksimal, sebab intervensi ini butuh kerjasama bukan kerja sendiri, rancang sendiri, evaluasi sendiri. Mari udah makan visi misi kita dengan melibatkan intervensi tim yang solid dalam perencanaan penganggaran pelaksanaan evaluasi dan target pencapaian secara berkesinambungan,” pungkas Gonga.

