Site icon BeritaJar

Bertemu Pemkab Aru, Mahasiswa Ikopin Tagi Janji Bupati

Dobo, BeritaJar.com: Mahasiswa Ikopin university Bandung melaksanakan Tatap muka bersama bupati Kepulauan Aru, dr. Johan Gonga, Senin (23/07) di lantai II kantor Bupati Kepulauan Aru.

Pada saat itu, bupati di dampingi Sekda, Yacob Ubyaan, kepala BPKAD dan staf ahli Bupati, Agustinus Fatlolon dengan mahasiswa dan orang tua.

Dalam tatap muka tersebut, mahasiswa mempertanyakan janji bupati untuk transfer Rp. 1 miliar ke pihak kampus paling lambat 31 Mei 2024 hingga kini belum terealisasi.

“Sehingga kami sebagai mahasiswa yang menjadi imbas tidak bisa berkuliah dan harus pulang, apa lagi Angkatan 2022 hingga kini tidak ada satu bukti transfer,” katanya.

Disamping itu, menurut mahasiswa, pihak kampus memberikan dua opsi yakni, tetap kuliah dengan biaya sendiri dan kedua dipulangkan.

“Akhirnya kami pulang karena biaya asrama dan makan minum sudah tidak ada, dan ketika disini (aksi pertama) diketahui kesalahan karena terjadi perbedaan nomor rekening belanja yang di masukan ke dinas Dispora, olehnya kami sangat mengharapkan penjelasannya,” jelas.

Sementara itu, bupati Gonga mengatakan bahwa itu urusannya kita dengan pihak kampus, sehingga Ade-ade mahasiswa hanya tahu kuliah karena, kalau tiap hari demo pun tidak ada solusinya.

“Uang itu ada, namun karena terjadi perbedaan nomor rekening belanja pada dinas Dispora sehingga proses pencairannya tidak bisa di laksanakan,” ungkapnya.

Menurutnya, Tahun ini, Pemda juga harus hibah Rp 53 miliar untuk pilkada, jadi untuk ketahuan Ade-Ade semua uang itu ada, namun karena ada sedikit masalah perbedaan nomor rekening belanja maka belum bisa di cairkan.

Selain itu, DAU peruntukan di gunakan untuk mandatorum, PSDKU Unpatti, beasiswa Kedokteran kita pake DAU Biasa, untuk akademi kebidanan dianggarkan pada dinas kesehatan, beasiswa perikanan pada DKP sementara Ikopin kita masukan di Dispora.

Namun, terjadi kesalahan nomor rekening belanja sehingga proses pencairannya hingga kini belum bisa jalan.

“Terkait hal tersebut, kita sudah konsultasi dengan kementerian dan hasilnya bisa masuk dalam perubahan, dan berdasarkan aturan tahapannya di bulan Oktober,” ujarnya.

“Jadi uang itu ada di Dispora namun perjalanannya kode rekeningnya itu untuk mahasiswa berprestasi, dan itu tidak bisa dicairkan semua karena kadis juga takut bermasalah hukum,” jelasnya.

Gonga menjelaskan, terbaik solusinya di perubahan, bila dipercepat dengan pergeseran anggaran itu sulit karena antar OPD tidak bisa, sehingga ujungnya menunggu di perubahan pada bulan Oktober.

“Jadi, ade-ade kuliah saja, Pemda tahu kewajiban untuk membayar biaya tersebut. Demo ade-ade ini sangat disayangkan, kita kasih sekolah, kita lagi di demo, ini sama dengan sudah kasih makan berak kembali di piring,” ucapnya dengan nada kesal.

Sementara itu, Sekda Kepulauan Aru, Yacob Ubyaan menegaskan terkait hal tersebut, mau tidak mau harus cuti satu semester.

“Seharunya pihak kampus tidak boleh memulangkan ade-ade karena, biaya makan minum itu sudah dibayarkan, jadi kalau sudah bayar, maka kampus harus kembalikan, karena ade-ade sudah di pulangkan. Olehnya, saya minta ade-ade tetap fokus belajar, kerena semuanya itu menjadi tanggungjawab Pemda terkait dengan biaya,” tandas Ubyaan.

Untuk diketahui, terkait dengan tunggakan atau hutang beasiswa mahasiswa Ikopin university Bandung yang mengakibatkan puluhan mahasiswa di pulangkan pihak kampus.

Pemulangan puluhan mahasiswa tersebut dikarenakan pihak Pemkab Aru tidak mampu merealisasi kesepakatan pembayaran Rp. 1 miliar paling lambat 31 Mei 2024 kemarin. Olehnya, puluhan mahasiswa harus dipulangkan pihak kampus.

Exit mobile version