Dobo, BeritaJar.com: Sebanyak 224 peserta yang terdiri dari 153 orang Pemerintah Desa (Pemdes) dan 91 orang Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kecamatan Aru Tengah mengikuti Pelatihan Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa, Senin (22/7/2024).
Pelatihan yang diselenggarakan Pemerintah Kecamatan Aru Tengah di Hotel Apex itu dibuka oleh Bupati Kepulauan Aru, dr. Johan Gonga.
Dalam sambutannya, Bupati Gonga menyampaikan, desa dalam menjalankan perannya dibutuhkan SDM yang produktif, handal serta profesional, dan memiliki kapabilitas dalam menjalankan peran dan fungsinya di desa.
Peningkatan kemampuan aparatur desa sangat diharapkan agar mampu menjalankan peran/tugas secara optimal sesuai dengan peran dan fungsinya.
“Saat ini, desa dituntut untuk mampu anggaran yang cukup besar, mengelola yang pelaksanaan pembangunan sehingga kades, perangkat desa dan BPD harus paham regulasi berlaku dalam berdiskusi dan membaca aturan, manfaatkan teknologi dalam menggali pengetahuan dan menjalankan pembangunan,” ucapnya.
Gonga katakan, Pelatihan Peningkatan Kapasitas Aparatur yang selenggarakan saat ini bertujuan mensinergikan diantara para kita untuk pemangku kepentingan di desa khususnya kepala desa dan BPD.
“Saya berharap dari pelatihan peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan desa dan bpd ini dapat memberikan outcome yang kita inginkan,” katanya.
Kepada peserta pelatihan, dirinya berpesan pahami peran dan fungsi masing-masing dalam menjalankan roda pemerintahan desa dengan baik.
“Sehingga dapat mewujudkan desa membangun dan membangun desa demi terwujudnya kabupaten Kepulauan Aru sebagai model desa maju, terus terang, terang terus. Kemudian Jalin dan buka komunikasi dengan para pihak, terkait pembangunan serta pahami regulasi-regulasi yang ada sehingga akan risiko kesalahan administrasi terhindari,” jelas bupati dua periode ini.
Sementara itu, Camat Aru Tengah, Erens Pieter M. Kalorbobir, S.STP menuturkan, tujuan dilaksanakan kegiatan ini di Aru yakni untuk efisiensi dan efektivitas anggaran.
Dia juga menjelaskan, lebih baik kita mendatangkan satu guru untuk mengajari masyarakat satu kampung daripada satu masyarakat kampung dikirim keluar untuk mencari ilmu, syukur-syukur kita tahu apa ketika kembali bawa ilmu tapi kalau tidak?.
“Tetapi ketika mendatangkan satu guru untuk mengajari banyak orang di dalam kampung berarti dampaknya sangat luar biasa. Kita bisa berpikir secara logis sendiri manfaatnya apa dan outputnya seperti apa yang akan kita dapat dengan adanya kegiatan ini,” ungkapnya.
Sebelumnya, Ketua Badan Kerjasama Desa (BKAD) Kecamatan Aru Tengah, Said Patikaloba dalam laporannya mengatakan bahwa tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini yakni;
1. Meningkatkan kapasitas Pemerintah desa dan BPD tentang tata kelola pemerintahan desa.
2. Menguatkan Pemerintah desa dan BPD tentang perencanaan pembangunan desa yang lebih efisien terarah dan tepat waktu.
3. Meningkatkan kapasitas Pemerintah desa dan BPD terkait pengelolaan keuangan desa.
4. Merumuskan rencana tindak lanjut pembinaan pengawasan serta pengendalian terhadap tata kelola pemerintahan desa.
5. Meminimalkan penggunaan anggaran desa untuk pelaksanaan pelatihan di luar daerah dengan adanya melibatkan satu atau dua orang peserta, tetap lebih kepada melibatkan seluruh aparatur desa dengan pelaksanaannya difokuskan di desa Kecamatan atau di ibukota kabupaten dengan mendatangkan narasumber dan pelatih yang kompeten terkait desa.
Sedangkan keluaran yang diharapkan dari pelaksanaan kegiatan pelatihan ini adalah;
1. Meningkatnya kapasitas Pemerintah desa dan BPD terkait tata kelola pemerintahan desa yang lebih maksimal.
2. Meningkatnya status desa dengan perencanaan desa yang lebih terarah sesuai rekomendasi IDM dan SDGS desa.
3. Meningkatkan perencanaan desa yang terselenggarakan dengan perencanaan Kabupaten.
4. Adanya cerita baik dari Aru Tengah kepada seluruh Kecamatan dalam melaksanakan peningkatan kapasitas pemdes dan BPD serta dapat mereplikasi program P3PD terutama peningkatan kapasitas aparatur desa.
5. Adanya rencana tindak lanjut dalam pelaksanaan pelatihan peningkatan kapasitas pemerintah Desa BPD dan kelembagaan desa lainnya.
Patikaloba juga menambahkan, kegiatan tersebut akan dibagi menjadi dua gelombang antara lain Gelombang I, pelatihan pemdes dilaksanakan pada 21 Juli sampai dengan 25 Juli 2024 bertempat di 3 Hotel antara lain; Hotel Apex, Hotel Euro dan Hotel Neo Grand Aru.
Kemudian Gelombang II pelatihan badan permusyawaratan desa dilaksanakan 25 Juli sampai dengan 27 juli 2004 bertempat di hotel Apex dan hotel Eora.
“Peserta yang ikut kegiatan ini sebanyak 224 peserta yang terdiri dari 153 orang Pemerintah Desa dan 91 orang BPD se-Kecamatan Aru Tengah,” jelasnya.
Pada kegiatan tersebut dihadiri dua Narasumber Prof. Dr. Fernandes Simangunsong, S.STP, S.AP, M.Si (Guru Besar Ilmu Pemerintahan IPDN) dan Dr. Imelda Hutasoit, S.Kep, M.Kes, AIFO, M.A dan juga Pelatih dengan materi sebagai berikut;
Pengembangan badan usaha milik desa (Prof Dr Fernandes Simangunsong, S.STP, S.AP, M.Si)
Colaborative Governance di level desa dalam mengali potensi desa berbasis e-government (Prof Dr Fernandes Simangunsong, S.STP, S.AP, M.Si).
Peran Desa dalam penanganan stunting (Dr. Imelda Hutasoit, S.Kep, M.Kes, AIFO, M.A).
Best Praktice Bagi Desa dalam Pencegahan Stunting (Dr. Imelda Hutasoit, S.Kep, M.Kes, AIFO, M.A).
Kebijakan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (Pelatih Provinsi dan Kabupaten).
Pengelolaan Keuangan dan Aset Desa (Pelatih Provinsi dan Kabupaten).
Menata Kelembagaan BPD (Pelatih Provinsi dan Kabupaten).
Penguatan Fungsi BPD (Pelatih Provinsi dan Kabupaten).
Atas nama Badan Kerjasama Antar Desa Kecamatan Aru Tengah, Patikaloba mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Camat Aru Tengah beserta Staf Kecamatan yang telah membantu kami melaksanakan Pelatihan ini.
“Tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada Tenaga Pendamping Profesional, Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa se-Kecamatan Aru Tengah yang selalu mendampingi dan mengarahkan sehingga kegiatan ini boleh terlaksana,” pungkasnya.








