Ini Pesan Wabup Aru Saat Lepas Peserta Baku Dapa Anak Remaja GPM Tingkat Sinode

oleh -

Dobo, BeritaJar.com: Wakil Bupati Kepulauan Aru, Muin Sogalrey resmi melepas peserta Baku Dapa Anak Remaja (Badar) GPM Tingkat Sinode Tahun 2024, Rabu (19/06) dengan mengusung tema “Kita Selara dan Bersaudara”.

Acara pelepasan peserta badar berlangsung di aula gereja Bethel Jemaat GPM Dobo dengan perutusan ketiga klasis yakni Klasis Pulau-Pulau Aru, Klasis Aru Tengah dan Klasis Aru Selatan guna mengikuti Badar GPM tingkat Sinode di Kabupaten Maluku Tengah (Masohi).

Wakil Bupati Muin Sogalrey menyampaikan bahwa pembangunan anak dan remaja adalah sebuah basic prioritas yang sangat menentukan tingkat kemajuan suatu bangsa, dan dilaksanakan secara terencana, terukur dan terintegrasi.

Oleh karena itu, anak perlu mendapat kesempatan yang seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal baik fisik mental, maupun sosial.

“Dan yang tidak kalah penting anak juga harus memperoleh perlindungan dan terpenuhi hak-haknya yang dilaksanakan secara kemitraan dalam membentuk anak dan remaja yang memiliki moral dan takut akan Tuhan,” ucap Sogalrey dalam sambutannya.

Atas nama pemerintah kabupaten Kepulauan Aru, Sogalrey menyambut baik dilaksanakannya kegiatan ini dan memberikan apresiasi kepada Majelis Pekerja Klasis di ketiga klasis atas partisipasi dan dorongan penuh terhadap perencanaan persiapan daya dan dana untuk mensukseskan ivent ini dengan baik.

“Untuk maksud itu saya berharap keikutsertaan anak-anak kita dalam iven ini dapat mewakili daerah kita, guna menunjukkan potensi dan prestasi yang kreatif yang tetap menunjung tinggi nilai dan marwah identitas kita sebagai anak dan remaja gpm yang baik,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Sogalrey, kehadiran anak-anak di sana, menunjukkan bukti solidaritas dan respons terhadap Visi dan Misi GPM dalam mewujudkan harapan bangsa dan negara demi menghasilkan generasi gereja yang berkualitas dan calon pemimpin gereja yang inovatif, kreatif.

“Serta mampu berkompetisi di tengah tengah perubahan zaman untuk memanfaatkan teknologi informasi secara bijak,” katanya.

Sogalrey juga menambahkan, kegiatan Badar dapat menjadi momentum silaturahmi antar sesama anak bangsa untuk saling bertukar pikiran pengalaman serta berbagi informasi mengenai berbagai isu-isu penting seputar kontribusi anak-anak dalam pelestarian lingkungan dan isu digitalisasi yang kian marak.

Anak-anakku, ucap Sogalrey, masing-masing orang memiliki kekuatan, kelebihan dan kemampuan. Oleh karena itu, jangan pernah mengeluh dan jadilah diri sendiri, jangan lupa berdoa, jaga kesehatan, jaga pola makan yang seimbang.

Disamping itu, jaga kehormatan dan nama baik kabupaten, klasis, orang tua dengar dan patuh kepada pendamping, bangun nilai positif dalam pikiran dan tindakan terima perbedaan .

“Jadikanlah perbedaan sebagai kekuatan untuk maju bersama, dalam bingkai hidup orang basudara, demi perwujudan tema badar Sinode GPM tahun ini yakni “Kita Setara, Kita Bersaudara,” pesan Sogalrey.

Kepada para Ketua Klasis, para Sekbid dan Tim Pelayanan Anak Klasis sebagai pendamping, Wakil Bupati dua periode ini juga menaruh harapan agar jaga dan awasi anak-anak (peserta) mulai dari keberangkatan sampai kepulangan dengan baik.

“Optimalkan koordinasi dengan MPH Sinode sebagai penyelenggara serta panitia lokal, agar semua tahapan pelaksanaan dipastikan berjalan sesuai harapan bersama,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, kepada orang tua wali dan semua masyarakat kabupaten Kepulauan Aru, Sogalrey minta doa dan restu serta dukungan penuh terhadap duta duta anak bangsa yang akan berangkat mengikuti kegiatan ini.

“Semoga Tuhan yang maha kuasa memberikan perlindungan dan kemudahan serta kelancaran kepada seluruh peserta di kabupaten Maluku Tengah, klasis GPM Masohi. “Ngel mos-mosin, aneka tom mor layar mom ne” (Terang itu sudah datang, dan hendaklah terus bercahaya,” tutupnya.