Dobo, BeritaJar.com: Pencanangan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting dan Pembukaan Rapat Koordinasi TPPS resmi dibuka oleh Bupati Kepulauan Aru, dr. Johan Gonga.
Kegiatan yang berlangsung di gedung Paud KBM Gwasorsel, Senin (10/6/2024) itu dihadiri Pimpinan OPD lingkup Pemkab Kepulauan Aru, Tim Percepatan Penurunan Stunting dan para Camat.
Bupati Johan Gonga dalam sambutannya menyampaikan bahwa Prevalensi stunting di kabupaten Kepulauan Aru hasil survei kesehatan Indonesia (SKI) yakni 40% di tahun 2023.
Angka ini, lanjutnya menunjukkan kenaikan 12%, dibandingkan tahun sebelumnya yakin 28% di tahun 2022.
“Melalui intervensi serentak pencegahan stunting yang dilaksanakan di bulan Juni dan seterusnya diharapkan terjadi penurunan kembali angka preferensi stunting di tahun ini,” harap Gonga.
Dikatakan, intervensi serentak pencegahan stunting yang pelaksanaannya dimulai di bulan Juni tahun ini memiliki dua tujuan yakni;
1. Memastikan penurunan stunting di Indonesia mencapai target 14% dengan akselerasi jangka pendek, karena di bulan Oktober itu adalah 14%, padahal hasil SKI 21,5%. “Berarti untuk menuju ke sana kita harus menurunkan 7,5% per tahun,” ujar Gonga.
2. Mengakurasi angka stunting di Indonesia yang sebelumnya diukur berdasarkan survei kesehatan Indonesia (SKI). Pengukuran ulang tersebut perlu dilakukan lantaran usul dari sejumlah kepala daerah karena adanya perbedaan data antara data elektronik pencatatan pelaporan gizi berbasis masyarakat (EPPGBM) dan SKI.
Selain itu, bupati mengatakan, untuk mencapai tujuan dimaksudkan diupayakan 10 pasti intervensi serentak pencegahan stunting di daerah kabupaten/kota hingga setiap kelurahan/desa dengan cara;
1, Memastikan pendataan seluruh calon pengantin ibu hamil dan balita yang ada di setiap desa kelurahan.
2, Memastikan seluruh calon pengantin mendapatkan pendampingan serta memastikan kehadiran ibu hamil serta balita datang ke posyandu.
3, Memastikan ketersediaan alat intopomerti terstandar di seluruh posyandu.
4, Memastikan seluruh kader posyandu memiliki keterampilan dalam pengukuran antropomerti berstandar serta penyuluhan untuk ibu hamil dan balita.
5, Memastikan pengukuran menggunakan alat antropomerti terstandar.
6, Memastikan intervensi pada ibu hamil dan balita yang bermasalah gizi.
7, Memastikan seluruh ibu hamil dan keluarga balita diberikan edukasi di posyandu.
8, Memastikan pencatatan hasil penimbangan dan pengukuran serta intervensi ke dalam system e-PPGBM di hari yang sama.
9, Memastikan dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan intervensi serentak.
10, Memastikan ketersediaan pembiayaan pelaksanaan intervensi serentak termasuk rujukan kasus ke fasilitas layanan kesehatan.
Menyadari akan kondisi geografis, waktu pelaksanaan, dukungan anggaran dan budaya lainnya dalam pelaksanaan interferensi serentak, maka bupati menghimbau kepada bapak ibu saudara yang ditugaskan selaku tim pemantauan pelaksanaan kegiatan dapat melakukan pemotretan fakta penyelenggaraan di bulan Juni ini.
Selain itu, terus memberikan masukan dalam membenahi kegiatan ini untuk secara berkelanjutan terjadi perbaikan guna mencapai apa yang menjadi tujuan laporan pelaksanaan tingkat posyandu sebagaimana kami lampirkan pada surat tugas dimaksud.
“Agar lembaran pemantauan dapat diisi sesuai dengan fakta di posyandu, sehingga dapat diidentifikasikan dan dapat ditindak lanjuti beberapa kendala atau permasalahan dengan alternatif penyelesaian masalah yang efektif dan efisien,” jelas Gonga.
Kepada para camat dan kepala desa bupati berharap agar dapat memastikan sasaran kebijakan pengelolaan stunting menjadi tepat sasaran, agar dapat memberikan dampak kualitatif terhadap upaya penanganan stunting secara kolaborasi terukur dan tervalidasi dengan baik.
Diakhir sambutannya, Gonga juga menyampaikan kepada tim percepatan penurunan stunting kabupaten yang akan melaksanakan rapat koordinasi TPPS kabupaten dalam satu mata rantai kegiatan aksi 1, aksi 2, aksi 3 dan aksi 4 konvergensi penurunan stunting serta dilaksanakannya monitoring pelaksanaan TPPS semester 1 tahun 2024.
“Kepada peserta rapat Saya berharap mengikuti kegiatan dengan baik agar memberikan dampak pada turunnya prevalensi dan tindik kabupaten Kepulauan Aru,” tutup bupati dua periode ini.

