Dobo, BeritaJar.com: Bupati Kepulauan Aru, dr. Johan Gonga berharap pengelolaan kawasan konservasi dapat melibatkan partisipasi aktif masyarakat lokal agar memberikan perlindungan masyarakat dalam mendukung pengawasan perairan kawasan konservasi dan sekitarnya.
“Karena area ini juga menjadi area pemanfaatan masyarakat dan menjadi area yang mensuplai anakan ikan-ikan untuk berkelanjutan sumber daya,” ungkapnya dalam sambutan saat membuka Workshop Exit Strategi Proyek Atsea-2 yang digelar Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Kamis (6/6/2024) di Hotel Aero.
Dijelaskan bupati, potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang beragam macam dan jenisnya merupakan sumber kehidupan yang pemanfaatan dan pengelolaannya harus secara baik berkelanjutan dan bertanggung jawab guna meningkatkan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat dengan tetap memperhatikan kelanjutan dan kelestariannya.
“Kabupaten Kepulauan Aru merupakan bagian dari laut Arafura (WPP 718) yang merupakan salah satu perairan tersubur di Indonesia yang mendukung sumber daya perikanan yang melimpah terutama udang dan ikan demersal dengan total potensi ikan yang berlimpah,” katanya.
Atas nama pemerintah daerah, dirinya memberikan apresiasi kepada dinas perikanan atas kerjasamanya dalam melaksanakan agenda ini yang diharapkan mendukung penguatan tata kelola perikanan dan penguatan pengelolaan kawasan konservasi yang ada di kabupaten Aru.
“Yang pada gilirannya membawa dampak hasil pemanfaatannya bagi masyarakat kabupaten Kepulauan Aru,” ujar Gonga.
Pada kesempatan tersebut, bupati dua periode ini berharap para peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik agar dapat mengupdate pencapaian program kegiatan yang terus dikembangkan.
“Kepada narasumber saya berharap dapat memberikan informasi pendampingan teknis demi pemanfaatan hasil yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat Aru,” pungkas Gonga.

