Tiakur, BeritaJar.com: DPC Partai Hanura Maluku Barat Daya (MBD) secara internal telah menyiapkan figur terbaiknya untuk maju sebagai calon wakil bupati MBD periode 2024-2029.
Hal ini ditegaskan Ketua Tim penjaringan Partai Hanura MBD, Drs. Musa Soplera, Senin (13/05/2024) di ruangan fraksi Hanura.
Dikatakan, untuk kader yang siap baik secara finansial maupun dukungan akan sepenuhnya di dukung dengan tetap berdasarkan komitmen masyarakat melalui mekanisme partai.
“Hasil survei terhadap kader partai secara internal dalam penentuan bakal calon wakil bupati telah kami dapatkan dan ditetapkan, untuk ada dalam suatu komitmen bersama seluruh kader partai yang nantinya mendukung dan memenangkan bakal calon wakil bupati yaitu Wiliam B. O. E. Kahjoru, SH pada pesta demokrasi 27 November 2024 nanti,” ucapnya.
Soplera menjelaskan, waktu pembukaan pendaftaran penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati sejak tanggal 22 April dan penutupan pendaftaran 11 Mei pada jam 00.00 WIT.
Selama menjalankan tugas, lanjutnya, Tim Penjaringan Penetapan dan Pemenangan (TPPP) partai Hanura menerima tiga tim relawan yang mengambil formulir pendaftaran.
“Ketiganya yaitu BTN-Ari, Anos Yermias, dan Hendrik Christian, namun hanya ada satu tim relawan bersama bakal calon Bupati yang datang mengembalikan formulir pendaftaran atau mendaftar yaitu Drs. Hendrik N.Christian,” ungkapnya.
Sementara ditempat yang sama, Sekretaris DPC. Hanura Wiliam B. O. E. Kahjoru menambahkan, selaku kader partai dirinya selama ini berjalan sesuai arahan atau mekanisme partai, maka ketika ditugaskan oleh partai untuk maju sebagai calon wakil bupati harus siap.
“Kita boleh merencanakan tapi Tuhan yang menentukan, maka saya dan keluarga percaya atas kuasa dan kehendak Tuhan dan kami serahkan proses proses kedepannya kepada Tuhan,” pintahnya.
Selain itu, kata Kahjoru, sebagai kader partai dirinya percaya kalau pimpinan partai telah mempertimbangkan dengan hati nurani sehingga dapat bersama sama mendukung dan menugaskan dirinya maju sebagai calon wakil bupati.
“Kita boleh ambisi tapi tidak boleh ambisius, sehingga kita dapat berpikir dan bertindak secara rasional. Harapan kami bersama adalah dapat bersanding dengan figur calon Bupati yang mau berkomitmen bersama masyarakat dengan tidak ada sekat dalam melayani sehingga akan nampak kekuatan hati nurani sebagai pemimpin sejati dalam mewujud nyatakan kehendak rakyat bukan kehendak sekelompok orang,” jelasnya menegaskan. (JQ)

