Site icon BeritaJar

Gandeng Pemkab Aru, BI Maluku Sosialisasi CBP Rupiah Bagi ASN

Dobo, BeritaJar.com: Bank Indonesia (BI) Maluku menggelar Sosialisasi cinta bangga paham (cbp) rupiah bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru, Kamis (25/04/2024).

Kegiatan yang berlangsung di lantai II BPKAD Kepulauan Aru itu dibuka oleh Kepala Unit Pengelolaan Uang Rupiah (PUR) Bank Perwakilan BI Provinsi Maluku, A. Yazid Niam.

Dalam sambutannya, Niam menyampaikan bahwa kita merujuk Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, Bank Indonesia diberikan tugas dan kewenangan pengelolaan uang rupiah mulai dari tahapan Perencanaan, Pencetakan, Pengeluaran, Pengedaran, Pencabutan dan Penarikan, sampai dengan Pemusnahan.

Selain itu, Cinta Rupiah merupakan perwujudan dari kemampuan masyarakat untuk mengenal karakteristik dan desain rupiah. Memperlakukannya secara tepat, serta menjaga dirinya dari kejahatan uang palsu.

“Perilaku cinta rupiah dapat diwujudkan dalam bentuk mengenali, merawat, dan menjaga uang rupiah,” katanya.

Dijelaskan pula, tujuan Cinta, Bangga dan Paham Rupiah ini untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa rupiah itu simpul kedaulatan negara.

“Sebab, sebagai mata uang yang sah, rupiah tidak hanya sebatas alat transaksi. Namun, jauh dari itu rupiah memiliki nilai-nilai historis dari perjalanan bangsa. Sebagai contoh, di setiap lembar rupiah terdapat gambar garuda, ada gambar pahlawan yang berjasa untuk NKRI,” ungkap Niam.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Kepulauan Aru, Jhon Tabela saat membacakan sambutan Bupati Johan Gonga menyampaikan bahwa Bank Indonesia merupakan bank sentral Indonesia memiliki tujuan untuk mencapai dan menjaga kestabilan nilai rupiah.

“Dengan itu, Bank Indonesia mengajak masyarakat Indonesia untuk mengikuti kampanye Cinta, Bangga, Paham rupiah,” ucapnya.

Dikatakan, Kabupaten Kepulauan Aru merupakan salah satu pulau terluar di Indonesia, terutama yang berada di Provinsi Maluku.

Untuk itu, Aru juga menjadi salah satu kabupaten yang mendapat prioritas sosialisasi maupun pengenalan pertama mengenai peredaran uang baru.

“Dimana pada bulan Maret yang lalu, telah resmi diadakan oleh bank Indonesia,” ujar Gonga.

Pada kesempatan tersebut, Gonga memberikan apresiasi kepada bank Indonesia Perwakilan Provinsi Maluku atas dilaksanakannya kegiatan ini, serta menyampaikan empat poin penting.

Pertama, sosialisasi ini bertujuan supaya masyarakat di Kabupaten Kepulauan Aru sebagai bagian dari warga negara republik indonesia memiliki rasa cinta rupiah dengan mengenali, merawat dan menjaga rupiah sebagai satu-satunya alat pembayaran yang besar di wilayah NKRI.

“Dengan menjaga dan merawat rupiah, ciri keaslian rupiah menjadi mudah dikenali dan menghindari peredaran uang palsu dan tidak layak,” beber Gonga.

Kedua, menanamkan rasa bangga terhadap rupiah yang ditujukan dengan menggunakan rupiah di setiap transaksi, sebab dengan demikian maka kita sudah ikut membantu menjaga kestabilan nilai tukar Rupiah dan membangun kepercayaan dunia kepada rupiah.

Ketiga, mengadvokasi kepada masyarakat untuk paham rupiah yang ditujukan dengan memahami fungsi rupiah sebagai nilai tukar dan cara mengelolanya misalnya dengan bertransaksi dan berbelanja dengan bijak, berhemat dan berinvestasi.

“Keempat, saya berharap supaya sosialisasi lebih mendalam menyampaikan fungsi rupiah , alasan mengapa harus ada pecahan rupiah terbaru yang dikeluarkan dan sampai kapan pecah rupiah lama berlaku, sebab sudah ada pecahan yang baru,” pungkas Gonga.

Exit mobile version