Tiakur, BeritaJar.com: Asisten Setda Bidang Administrasi Umum kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Drs Yafet Lelatobur resmi meletakkan batu pertama pembangunan Pura Agung Amertha Bhuana Tiakur untuk umat Hindu di bumi Kalwedo, Selasa (23/04/2024).
Dalam sambutannya, Lelatobur menyampaikan bahwa pemerintahan daerah menyambut baik pembangunan Pura Agung Amertha Bhuana Tiakur sebagai simbol kerukunan umat beragama di kabupaten bertajuk Kalwedo ini.
“Pada kesempatan yang bersejarah ini, kami menyambut dengan tulus kerendahan hati dan kehangatan, karena pembangunan pura ini tidak hanya menjadi simbol spiritualitas, tetapi juga sebuah komitmen untuk membangun hubungan yang lebih dengan nilai-nilai budaya dan spiritualitas,” ucapnya.
Dikatakan, pembangunan Pura Agung Amertha Bhuana Tiakur menjadi titik awal perjalanan spiritual dan kebudayaan yang bermakna bagi masyarakat.
Selain itu, kata Asisten Sekda, pura ini akan menjadi tempat suci tempat kita bernaung, bersembahyang dan menghormati leluhur serta alam semesta.
“Lebih dari sekadar bangunan, Pura Agung Amertha Bhuana Tiakur akan menjadi panggung bagi kegiatan keagamaan, ritual, dan perayaan budaya yang memperkaya jiwa dan menguatkan ikatan sosial di antara kita,” ujarnya.
Dengan tekad yang bulat dan semangat yang menyala-nyala, Lelatobur mengajak kita bersama-sama melangkah menuju masa depan yang lebih terang dengan membangun Pura Agung Amertha Bhuana Tiakur ini.
“Mari kita jalin tali persaudaraan yang kuat, berkolaborasi dengan penuh keikhlasan dan berbagi visi untuk menciptakan tempat yang damai dan penuh berkah bagi seluruh komunitas,” ajaknya.
“Semoga pembangunan ini berjalan lancar, diberkahi oleh semangat gotong royong, dan menjadi warisan yang berharga bagi generasi mendatang,” sambungnya.
Diakhir sambutannya, Lelatobur mengucapkan terima kasih atas kehadiran kita semua dalam momen bersejarah ini.
“Mari kita bersama-sama menorehkan jejak kebaikan dan keindahan dalam membangun Pura Agung Amertha Bhuana Tiakur yang akan menjadi sumber inspirasi dan keberkahan bagi kita semua,” pintahnya.
Sementara itu, I putu Semarandana berharap kita sebagai umat beragama tetap solid, menjaga toleransi, sehingga terciptanya kerukunan, keamanan, ketertiban, di kabupaten MBD.
“Mari kita jaga solidaritas antar sesama umat dan membutuhkan komunikasi dan kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah dengan kami umat Hindu sehingga impian pembangunan ini bisa terwujud,” tuturnya.
Dirinya menambahkan pembangunan pura ini juga menarik peminat dari luar daerah guna menarik wisatawan bisa berkunjung ke MBD.
“Dengan adanya pura ini kiranya dapat menarik pada wisatawan dari luar, karena sangat strategis dan berbatasan langsung dengan negara Timor Leste dan Australia,” ungkap I putu.
Senada dengan itu, Ketua pembangunan Pura Agung Amertha Bhuana Tiakur, Made Ary Sukra Junaedi menyampaikan bahwa untuk luas area pembangunan Pura ini luasnya sebesar 40 x 30 meter.
Dijelaskan pula, pura ini di bangun menjadi tiga bagian yakni bagian luar, bagian tengah dan bagain utama.
“Untuk bagian utama dan bagian tengah luas ukurannya 26 x 14 meter, bagian luar untuk area pendukung atau fasilitas pendukung, sementara area utama adalah tempat bersembahyang,” rinci Junaedi.
Olehnya, dirinya berharap dengan adanya Pura ini, tradisi dan ritual agama Hindu dapat hidup dan berjalan dengan baik. (JQ)






