Dobo, BeritaJar.com: Musyawarah Pimpinan Paripurna Daerah (MPPD) ke-7 Angkatan Mudah Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Daerah Aru Tengah resmi diselenggarakan.
MPPD ke-7 itu berlangsung, Kamis (11/04/2024) di desa Namara yang dibuka oleh Bupati Kepulauan Aru, dr. Johan Gonga yang diwakili Sekda Jacob Ubyaan.
Bupati dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekda Aru menyambut dengan sukacita terlaksana kegiatan ini sebagai respon AMGPM terhadap panggilannya selaku garam dan terang dunia.
“Tetapi adalah tindakan teologis untuk mempresentasikan kebaikan Allah dalam tugas menjadi garam dan terang dunia bagi semua orang,” ucapnya.
Atas pengakuan dan kesadaran itulah selaku Bupati Kepulauan Aru, dirinya menyampaikan lima pesan (Amanat ) penting.
Pertama, Jadikanlah agenda ini sebagai media evaluatif pertanggungjawaban iman kita tentang apa yang telah kita kerjakan dan harapkan di tahun 2024 dan dampak hasil yang terkontribusi pada aspek pemuda AMGPM dengan cerita sukses dan gagal serta dinamikanya yang telah kita torehkan.
“Jadikan MPPD ini sebagai wahana strategis untuk mematangkan operasional pelaksanaan amanat panggilan pelayanan AMGPM daerah Aru Tengah dengan mengkomunikasikan pengembangan program/kegiatan,” ujar Gonga.
Kedua, saya berharap momen ini terjadi evaluasi secara berkesinambungan terhadap capaian kegiatan dan ketersediaan dana pendukung serta potensi kemitraan dengan stakeholder pendukung dan atau potensi kader warga gereja profesi.
Ketiga, saya berharap forum ini dapat mendorong mindset perencanaan yang realis, dimana situasi-situasi sulit sekarang ini, baik internal maupun eksternal memaksa kita bagaimana mengkoordinasikan masalah-masalah pemuda yang ada di jemaat-jemaat melalui program dan kegiatan prioritas yang nyata dan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik daerah.
Kemudian lanjut Gonga, data faktual kekinian hendaklah menjadi referensi mendorong terciptanya model-model usaha kreatif dan mandiri, bagaimana mengupayakan dan mengembangkan potensi sumber-sumber pendapatan pemuda melalui e-marketing dan lapak online yang pada gilirannya mendorong peningkatan pendapatan pemuda secara mandiri.
Keempat, MPPD yang dilaksanakan mesti berbasis perencanaan kudus, dimana kasih karunia Allah melalui Visi dan tujuan bersama menjadi prioritas demi menghadirkan tahun rahmat Tuhan.
“Dan tetap kerjakan keselamatan yang terafiliasi dalam kemitraan peningkatan kualitas hidup sebagai wujud bertumbuhnya keluarga Allah yang memberi spiritualitas bernas bagi gereja yang pro terhadap bertumbuhnya keluarga Allah yang secara pasti mendorong lahirnya kehidupan baru yang kokoh di sektor pendidikan, kesehatan, demokrasi, pemberdayaan ekonomi keluarga, dan kemasyarakatan,” katanya.
Selain itu, pemuda sementara bermisi dalam gelombang digital yang juga tidak hanya membawa dampak positif tapi juga negatif. Maka momen harus dikomunikasikan dengan model misiologi digital yang terkoneksi mendokumentasikan kebaikan Allah, bukan sebaliknya mendokumentasikan narasi yang melemahkan, bully, fitnah dan sebagainya.
“Ceritakanlah keberhasilan kita di masa kasih sayang Tuhan, dan ceritakanlah pula kegagalan kita di masa kasih sayang itulah dengan literasi kasih Kristus yang mengikat kita dalam persekutuan keluarga Allah,” papar bupati dua periode itu.
Kelima, waktu mengantar kita dalam pusaran demokrasi dan politik. Untuk itu, jadikanlah momen ini sebagai ruang untuk mengkomunikasikan kesiapan pemuda GPM memasuki tahun politik.
Kemudian jadilah voter beriman dalam memberikan pilihan kita dalam agenda negara ini dengan kesadaran bahwa politik dan demokrasi tidak boleh mencederai kehidupan persekutuan dengan cara apapun.
“Hindari potensi kekerasan verbal dari fisik baik nyata maupun di dunia maya dengan tetap berpengharapan bahwa kita mampu menjalankan hak kewarganegaraan kita dengan adil, jujur bebas dan rahasia,” pesan Gonga.
Dalam konteks membangun daerah, dirinya juga memberikan apresiasi tinggi pada seluruh kader AMGPM daerah Aru Tengah yang telah turut serta bersama mendukung seluruh kebijakan dan program yang sementara berjalan.
“Teruslah menjadi agen perubahan, dan pembangunan dalam masyarakat agar kehadiran kita dapat berdampak bagi orang lain. Mari bersama mengadvokasi semua elemen untuk bersama pemerintah memutuskan mata rantai ujaran kebencian, hoax, seks bebas, narkoba dan tindakan lainnya yang merugikan jati diri anak bangsa dalam menentukan masa depannya yang baik,” ajak Gonga.

