Dobo, BeritaJar.com: Badan Pusat Statistik (BPS) Kepulauan Aru menggelar Forum Group Discussion (FGD) Kabupaten Kepulauan Aru dalam angka 2024.
FGD yang berlangsung, Jumat (16/02) di lantai II Kantor Bupati itu, dibuka oleh Bupati Kepulauan Aru, dr. Johan Gonga dan dihadiri pimpinan OPD lingkup Pemkab Aru, Kepala BPS Aru, George Reinnold Loupatty serta tamu undangan lainnya.
Bupati Gonga dalam sambutannya mengatakan bahwa data memiliki nilai penting dan strategis dalam pengambilan keputusan dan kebijakan publik, sehingga dalam menghasilkan data-data strategis di Kabupaten Kepulauan Aru, BPS dalam melakukan pengumpulan data yang bersumber dari pemerintah, pelaku usaha dan juga rumah tangga.
“Untuk itu, sangat diharapkan adanya kerjasama yang baik sehingga dapat menghasilkan data yang akurat,” ucapnya.
Dijelaskan Gonga, data yang akurat akan membuat perencanaan pembangunan yang tepat sasaran dan dapat menjawab permasalahan daerah.
“Data yang dihasilkan tidak hanya dibutuhkan dalam perencanaan pembangunan, namun juga dimanfaatkan untuk memantau dan mengevaluasi kinerja pembangunan serta digunakan untuk berbagai riset/penelitian,” katanya.
Selain itu, penyajian data untuk perencanaan pembangunan daerah masih menghadapi berbagai permasalahan, antara lain data tersebar di instansi sektoral, kualitas data belum terjamin, inkonsistensi data dan lain-lain.
Berdasarkan permasalahan tersebut diatas, maka perlu diselenggarakan wadah komunikasi dan diskusi yaitu focus group discussion (FGD) Kabupaten Kepulauan Aru dalam angka 2024.
“FGD ini dilaksanakan untuk mendiskusikan berbagai permasalahan dalam hal pengumpulan dan publikasi data sektoral yang terdapat pada Kabupaten Kepulauan Aru dalam angka 2024,” ujar bupati dua periode ini.
Selaku Bupati, dirinya berharap kegiatan ini menjadi bagian dari apa yang akan dilakukan pada bulan April nanti, BPS akan melaksanakan Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) untuk menilai sejauh mana tingkat kematangan penyelenggaraan statistik struktural pada instansi pemerintah di Kabupaten Kepulauan Aru.
“Hasil dari evaluasi penyelenggaraan statistik sektoral yaitu indeks pembangunan statistik (IPS ) akan digunakan oleh Kementerian PPN/Bappenas sebagai acuan evaluasi implementasi Satu Data Indonesia. (SDI),” paparnya.
Selanjutnya, oleh Kementerian Dalam Negeri menggunakan berbagai indikator RKPD (Iku OPD urusan statistik) dalam RPJMD, dan kementerian PAN & RB sebagai salah satu indikator RB general dalam evaluasi reformasi birokrasi nasional yang dilakukan pemerintah daerah.
Gonga menambahkan, sebagai informasi bahwa hasil penilaian IPSS tahun 2023, angka IPS Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru sebesar 1,43 poin dengan predikat kurang.
Angka ini, lanjutnya, menjadi cerminan dan evaluasi kita bersama untuk perlu adanya perbaikan tata kelola data sektoral ke depan.
“Untuk itu, saya mintakan dinas kominfo selaku wali data SDI, Bapelitbang selaku sekretariat SDI untuk berkoordinasi dengan BPS selaku pembina data untuk melakukan persiapan, pembinaan dan evaluasi penyelenggaraan statistik sektoral kepada instansi/opd guna persiapan pelaksanaan evaluasi penyelenggaraan statistik sektoral tahun 2024,” pesan bupati Aru.
Disamping itu, menurut Gonga, Kita telah menetapkan target untuk IPS tahun 2024 pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru sebesar 3,00. “Kita butuh kerja cerdas yang saling kolaboratif antara pembina statistik, wali data, sekretariat satu data dan produsen data di daerah ini,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, dirinya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada BPS Kabupaten Kepulauan Aru, atas kerja kerasnya dalam menyediakan data-data strategis untuk menjadi ukuran kinerja Pembangunan Daerah,
Olehnya, dalam kerangka mewujudkan suatu data, Bupati Gonga memintakan kepada Baplitbangda, Diskominfo, Dinas PMD, BPS bersama Camat dan pemerintah Desa untuk terus berkolaborasi melakukan pembinaan dalam menghasilkan data di tingkat Desa melalui Program “Baku Kele Kalesang Desa Pake Data”.
Ia juga mendorong untuk peningkatan penggunaannya di tingkat desa, dan ini menjadi bentuk inovasi kolaboratif untuk penyediaan data dalam rangka peningkatan layanan kepada masyarakat.
“Saya juga mendukung penuh untuk program ini diajukan dalam inovative government award (IGA) 2024. Saya berharap kita mendapatkan prestasi yang baik dalam ajang ini,” pungkas Gonga.

