Jemaat GPM Dobo Gelar Persidangan Ke-42

oleh -

Dobo, BeritaJar.com: Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Dobo, Klasis Pulau-Pulau Aru menggelar Persidangan Ke-42, yang dipusatkan di gedung Gereja Bethel, Minggu, 28/01/2024).

Sidang tersebut dibuka oleh Ketua Majelis Pekerja Klasis Pulau-Pulau Aru, Pdt. H. M. Mussa, S.Th dibawah sorotan tema “Beritakanlah Tahun Rahmat Tuhan Telah datang dan Kerjakanlah KeselamatanMu. Sedangkan Sub Tema ” Bersama-Sama Meningkatkan Kualitas Hidup sebagai Wujud Bertumbuhnya Keluarga Allah”.

Pendeta Mussa dalam sambutannya mengatakan, sidang jemaat merupakan agenda gereja yang dilaksanakan setiap tahun untuk mengevaluasi dan menyusun program kerja setiap tahun berjalan.

“Dalam persidangan ini, kita mengacu pada renstra didalamnya terdapat program dan kegiatan, untuk itu benar-benar diperhatikan sehingga program dan kegiatan yang nantinya ditetapkan dalam persidangan ada perubahan dalam jemaat ini,” ucapnya.

Sedangkan Ketua Majelis Jemaat GPM Dobo, Pdt. J. Lakolo dalam menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah daerah (Pemda) Aru dan semua pihak yang selama ini berkontribusi dalam pengembangan Jemaat GPM Dobo, baik dari sisi Infrastruktur maupun pelayanan umat.

“Bahkan semua pihak dalam peran serta dan kontribusinya, sehingga terselenggaranya sidang jemaat GPM Dobo,” ujar dalam pidatonya.

Sementara itu, Camat Pulau-Pulau Aru, Boris Kwaitota saat memberikan sambutan menyampaikan, Indikator bertumbuhnya keluarga Allah yang diajukan oleh GPM pada misinya di tahun 2024.

“Sejalan dengan Pemerintah dalam aspek pembangunan manusia Indonesia yang dapat menjadi agen lahirnya nilai-nilai hidup dan mewujudkan keluarga sejahtera yang mandiri serta dapat etos kerja yang tinggi dalam menjadi cikal bakal lahirnya pemimpin bangsa dan negara dari keluarga yang sehat, cerdas, serta memiliki moral etik yang berdampak pada aksi nyata yang berdampak bagi banyak orang,” ungkapnya.

Selain itu, ada 2 isu Nasional yaitu Percepatan Penurunan Kemiskinan Extrim dan Percepatan Penurunan Stunting.

“Untuk Kelurahan Galay Dubu angka kemiskinan sebanyak 267 KK, sedangkan untuk Kelurahan Siwalima sebanyak 700 kk, sesuai data P3K Kementerian PMK. Olehnya, saya berharap warga gereja bersama pemerintah mari kita melihat hal ini,” pintah Kwaitota.

Melalui persidangan ini dengan spiritualitas berbasis keluarga, dirinya juga berharap dapat memberikan prespektif baru bagi semua peserta sidang disaat ini, untuk bagaimana melakukan inovasi dan mendesain grand desain pelayanan berbasis persekutuan Keluarga Allah yang dilaksanakan dalam tiga pilar gereja yakni Umat, Pelayan dan Lembaga ditengah tantangan GPM sebagai Gereja Pulau-Pulau.

Ketua Majelis Pekerja Klasis Pulau-Pulau Aru, Pdt. H. M. Mussa, S.Th Saat Membuka Persidangan Ke-42 Jemaat GPM Dobo, Minggu (28/01/2024)

“Atas nama pemerintah, mari bersama kita membangun kerjasama sebagai upaya mencari titik kesamaan dan pandangan yang sama tentang kehidupan berbangsa yang berkeadilan dalam prespektif kemitraan dalam forum dan momen gerejawi seperti ini, sehingga semua program dan kegiatan dapat memberikan penguatan kepada Umat, Pelayan dan Lembaga secara berkesinambungan, demi menghadirkan Tahun Rahmat Tuhan bagi semua orang dan alam ciptaan-Nya khususnya di Bumi Jargaria Sarkawarisa yang kita cintai bersama,” jelas Boris.

Sebelumnya, Ketua Panitia Persidangan Ke-42, Simon Rap Rap dalam laporannya mengatakan persidangan dilaksanakan berdasarkan Keputusan Sidang ke-41 Jemaat GPM Dobo tahun 2023 dan Surat Keputusan majelis jemaat GPM Dobo, Nomor: 09/KPTS/KAR-JBD/ D.4/05/203, bahwa Panitia Pelaksana Sidang ke-41 Jemaat GPM Dobo tahun 2024 adalah Sektor Ora Et Labora, Diaspora, Filadelfia dan Karmel.

Adapun tujuan pelaksanaan sidang ke-42 adalah mengevaluasi program Pelaksanaan serta anggaran pendapatan dan belanja Jemaat tahun 2023. Disamping itu, merancang dan memutuskan program pelayanan dan anggaran pendapatan belanja Jemaat tahun 2024.

“Jumlah peserta seluruhnya sebanyak 400 orang yang terdiri dari peserta biasa sebanyak 361 dan peserta luar biasa 39 orang. Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari,” pungkas Rap Rap.