Dobo, BeritaJar.com: Bupati Kepulauan Aru, dr. Johan Gonga menyerahkan bantuan 7 unit pembangunan rumah baru bagi warga yang kurang mampu di kota Dobo, Selasa (23/01/2024).
Penyerahan bantuan stimulan perumahan swadaya (pembangunan baru) sebanyak 7 unit tipe 36 tersebut berlangsung di desa Wangel Kecamatan Pulau-Pulau Aru.
Bupati Johan Gonga dalam sambutannya berharap, program ini ( Stimulan perumahan swadaya) terus dilaksanakan berkelanjutan di tahun 2024.
“Dengan pemberian bantuan Pembangunan Rumah Baru Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang bertujuan memberikan stimulasi berupa tambahan dana untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) agar dapat membangun dan memiliki rumah layak huni sebagai wujud perhatian dan komitmen Pemerintah Kepulauan Aru demi kesejahteraan dan kemajuan masyarakat dan daerah yang kita cintai ini,” ucapnya.
Kepada penerima rumah, bupati berpesan agar tinggal dan rawatlah rumah tersebut dengan baik sebagai tempat berdoa, bekerja dan berencana dengan baik.
“Sebab dari rumah ini adalah berkat dan rejeki yang disiapkan tuhan yang maha kuasa serta seluruh masa depan dan harapan kita dapat terwujud dengan baik,” pintanya.
Selai itu, Gonga katakan, pemerintah Kepulauan Aru dalam pelayanan dasar melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman yang bersinergi dengan pelaksanaan misi pemerintah daerah yakni meningkatkan kualitas dan akses infrastruktur daerah sosial ekonomi yang merata dengan sasaran meningkatnya akses dan kualitas infrastruktur dasar dan sosial ekonomi masyarakat.
“Terkait dengan itu, atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada tim swakelola Komandan Kodim 1503 Tual dengan pelaksana swakelola Komandan Koramil Dobo dan dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kepulauan Aru pada Program pembangunan rumah baru, sehingga pada hari ini kita semua yang hadir untuk menyaksikan secara langsung penyerahan pembangunan rumah baru ukuran tipe 36 sebanyak 7 unit di kota Dobo,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, ketujuh warga penerima bantuan rumah tersebut yakni Yopi Boinsera warga desa Wangel, David Thomas warga desa Durjela.
Kemudian Lily Parjala,Thomas Balsala, Welhemina Ngaibawar, Antonius Onaola di Kelurahan Siwalima dan Yohana Kuboi di Kelurahan Galay Dubu.






