Dobo, BeritaJar.com: Puskesmas Siwalima menyelenggarakan kegiatan Aksi Bergizi dengan melibatkan pelajar di kota Dobo, Sabtu (9/12/2023) yang berlangsung di lantai II BPKAD Kepulauan Aru.
Camat Pulau-Pulau Aru, Boris Kwaitota dalam amanatnya menyampaikan, Kabupaten Kepulauan Aru telah memulai pelaksanaan aksi bergizi pada Oktober 2022 lalu, dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda dan Hari Kesehatan Nasional ke-58.
Dikatakan, Kementerian Kesehatan mengadakan gerakan nasional aksi bergizi melalui kampanye aksi bergizi.
Kegiatan ini, kata Boris melibatkan lintas sektor di tingkat pusat dan daerah serta seluruh warga sekolah khususnya remaja putri sebagai penerima manfaat langsung dari kegiatan ini.
“Kegiatan ini juga diharapkan dapat memotivasi sekolah-sekolah lain untuk ikut melaksanakan kegiatan aksi bergizi secara rutin sebagai bentuk upaya meningkatkan gizi remaja serta mencegah anemia pada remaja putri, sehingga mendukung pencegahan stunting secara nasional,” ucapnya.
Dirinya menambahkan, kabupaten Kepulauan Aru merupakan salah satu lokus stunting di Provinsi Maluku sejak tahun 2019.
Tingginya prevalensi balita yang mengalami stunting, serta rendahnya cakupan layanan dasar, ungkap Boris menjadi penyebab utama Kepulauan Aru masuk dalam daftar locus di Provinsi Maluku.
“Data stunting Tahun 2022 sebesar 28% menurut SSGI, sementara target nasional sesuai Peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2021, pada tahun 2004 para valensi santing harus menurun hingga di bawah 14%,” jelasnya.
Oleh sebab itu, pada dataran kebijakan, Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Aru memberikan perhatian besar terhadap pencegahan stunting.
“Salah satunya melalui kegiatan yang kita ikuti bersama saat ini,” jelas pria lulusan STPDN itu.
Dijelaskan pula, upaya pencegahan stunting harus dilakukan sejak usia remaja. Karena remaja putri adalah calon ibu yang akan melahirkan generasi masa depan bangsa.
Dimana, sambung Boris, pada usia ini sangat perlu diberikan edukasi edukasi tentang pentingnya mencegah stunting dengan mengkonsumsi tablet tambah darah dan pentingnya menjaga asupan gizi dengan sarapan sehat sesuai porsi isi piringku.
“Hari ini kita ada bersama dalam gerakan aksi bergizi yang diselenggarakan oleh dinas kesehatan dan Puskesmas siwalima melibatkan dinas pendidikan dalam hal ini sekolah sasaran pelaksanaan kegiatan. Olehnya, saya sangat mengharapkan dukungan dan sinergi lintas sektor dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan untuk keberlanjutan program ini di sekolah,” katanya sembari berharap.
Dia menyarankan agar setiap satu kali dalam seminggu, seluruh siswa wajib sarapan sehat di sekolah dan seluruh siswa (remaja putri) mengkonsumsi tablet tambah darah.
“Pencegahan dan penurunan stunting ini merupakan tanggung jawab kita bersama, karena ini juga merupakan tahapan awal untuk menyiapkan generasi penerus, ketika stunting berhasil untuk dicegah maka masa depan generasi penerus menjadi cerah. Oleh karenanya, diperlukan perhatian dan kerjasama Kita Bersama,” pintah Boris.






