Dobo, BeritaJar.com: Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kepulauan Aru bersama tim Penggerak PKK menggelar Sosialisasi Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital.
Sosialisasi yang berlangsung, Kamis (19/10/2023) itu gedung Kesenian Sitakena itu dibuka oleh Bupati Kepulauan Aru dr. Johan Gonga dan dihadiri Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda dan pimpinan OPD lingkup Pemkab Aru serta tamu undangan lainnya.
Bupati Kepulauan Aru saat memberikan sambutannya menyambut baik dilaksanakannya kegiatan itu sebagai respon atas persoalan seputar perempuan dan anak yang terjadi di masa ini.
“Era digital menimbulkan sejumlah tantangan bagi orang tua dalam pola pengasuhan anak. Salah sedikit saja, anak dapat kecanduan handphone (HP) yang berujung berujung pada masalah mental seperti gangguan tidur, tantrum dan pribadi tertutup,” ucapnya.
Menjauhkan anak dari HP serta teknologi digital juga, kata Gonga bukan merupakan cara terbaik, bagaimanapun orang tua tak terlepas pula dari HP di era digital.
“Selama orang tua memakai HP, anak akan penasaran. Olehnya untuk mengatasi masalah itu, orang tua dapat menerapkan pola asuh digital parenting,” ujar Gonga.
Selain itu, lanjutnya, pola asuh ini juga dapat melindungi anak-anaknya dari risiko paparan konten negatif yang beredar.
“Digital printing sendiri merupakan pola asuh inovatif di era serba digital dengan digital parenting, orang tua memberikan pengetahuan kepada anak tentang batasan-batasan penggunaan HP dan teknologi digital,” katanya.
Disamping itu, kata Gonga, ditengah lonjakan kasus kekerasan terhadap perempuan, persoalan kronis yang menghambat upaya pencegahan dan penanganannya.
“Kontradiksi kebijakan adalah salah satu masalah yang belum terjembatani adalah upaya penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan yang merupakan akar dari kekerasan berbasis gender terhadap perempuan misalnya saja kita dikejutkan dengan munculnya kasus kekerasan seksual berujung kematian bagi seorang anak di Tahun 2022,” paparnya.
Untuk itu, dirinya berharap semua peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik agar berdampak pada pemahaman bersama untuk memberikan perlindungan perempuan dan pola asuh anak yang baik.
Pada kesempatan tersebut, Gonga menyampaikan beberapa hal yakni;
Pertama, sebagai orang tua kita semua memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk moralitas anak. Oleh karena itu, perlu memberikan pengetahuan kepada anak terkait konten apa saja yang tidak boleh diakses karena tidak sesuai dengan nilai moral, seperti kekerasan, bahasa kasar, seksual atau kebencian dari jangkauan anak.
Kedua, jadilah agen perubahan untuk mengubah mindset masyarakat terutama perempuan dan anak remaja tentang dampak paparan konten negatif dengan mengawasi anak saat mereka mengakses HP.
Ketiga, mengajarkan anak untuk melaporkan konten negatif ke orang tua, sebab hal ini akan membantunya untuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan anak juga akan semakin peka terhadap konten yang tidak pantas atau merugikan.
“Selain itu, berikan juga pemahaman bahwa melaporkan konten negatif bukanlah tindakan yang salah atau mengadu domba melainkan tindakan untuk menjaga keamanan dalam komunitas digital,” tutur bupati dua periode ini.
Keempat, Membangun komitmen dalam upaya pencegahan tindakan pelecehan seksual, dimulai dari lingkup keluarga serta membangun dan memelihara suasana kerja yang aman dari tindakan pelecehan seksual dan upaya pencegahan terjadinya pelecehan seksual di lingkungan kerja.
Kelima, Meminimalisir tindakan kekerasan dalam bentuk pelecehan tertulis atau gambar, pelecehan psikologis atau emosional serta bentuk perbuatan pemaksaan seksual lainnya yang mengakibatkan rasa tidak aman dan tidak nyaman, tersinggung, takut, dari intimidasi, merasa direndahkan martabatnya dan menyebabkan masalah keselamatan baik fisik maupun mental.
Terhadap kelima poin tersebut, Bupati Gonga menyampaikan bahwa memang tidak mudah dilaksanakan sendiri, namun membutuhkan sinergitas seluruh pemangku kebijakan untuk memasifkan advokasi terhadap potensi kejahatan terhadap perempuan dan anak.
Pada kesempatan itu, Bupati mengucapkan terima kasih kepada fasilitator kegiatan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, tim penggerak PKK dan semua stakeholder yang telah bersinergi melaksanakan kegiatan ini.
“Kepada para peserta saya harapkan dapat mengikutinya dengan baik demi mengembangkan kapasitas dan wawasan untuk menjadi agen perubahan dan pelopor perlindungan dan pola asuh anak remaja di era digital yang berkompeten,” pesan Gonga.






