Oleh : Muhammad Ridwan Firdaus, S.Tr.Stat.
Statistisi Fungsional Ahli Muda
BPS Kabupaten Kepulauan Aru
Sebagai Kabupaten dengan wilayah kepulauan dan perairan yang luas, Kabupaten Kepulauan Aru menyimpan banyak potensi hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan yang melimpah.
Hasil dari Survei Angkatan Kerja Nasional Agustus 2022 yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa Kabupaten Kepulauan Aru memiliki persentase penduduk yang bekerja di Sektor Pertanian yaitu sebesar 51,26% dari seluruh penduduk yang berstatus bekerja. Sektor pertanian sendiri tidak hanya mencakup pertanian tanaman pangan dan palawija saja, namun terdiri juga dari sub sektor lain, yakni subsektor hortikultura, perkebunan, perikanan, kehutanan, dan jasa pertanian lainnya.
Diantara seluruh sub sektor yang ada, sub sektor perikanan memiliki peranan paling besar dalam perekonomian Kabupaten Kepulauan Aru. Hal ini ditunjukkan dengan data pada tahun 2022 yang mana share subsektor perikanan terhadap sektor pertanian sebesar 72,16%, dengan nilai sebesar 1.677,95 miliar rupiah. Hal ini didukung oleh kondisi geografis dari wilayah Kabupaten Kepulauan Aru yang dikelilingi oleh laut Arafuru dan sebaran hutan mangrove yang luas.
Berdasarkan hasil pendataan Potensi Desa Tahun 2021, dari 119 desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Kepulauan Aru, hanya terdapat satu desa yang wilayahnya bukan tepi laut. Kondisi geografis ini membuat penduduk di Kabupaten Kepulauan Aru memiliki akses langsung untuk usaha penangkapan hasil perikanan laut.
Dari data Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Aru yang dimuat dalam publikasi Kabupaten Kepulauan Aru Dalam Angka 2023 tercatat hasil produksi ikan di Kabupaten Kepulauan Aru pada tahun 2022 yaitu sebesar 31 ribu ton dan produksi non ikan yaitu sebesar 10 ribu ton dan yang masih bisa ditingkatkan produktivitasnya lagi.
Dengan potensi perikanan yang ada, maka dapat disimpulkan bahwa subsektor perikanan di Kabupaten Kepulauan Aru merupakan subsektor unggulan perekonomian atau dengan kata lain subsektor perikanan adalah nyawa kehidupan masyarakat Kabupaten Kepulauan Aru. Kalau subsektor ini bisa dioptimalkan maka kehidupan masyarakat Kepulauan Aru akan semakin sejahtera. Namun, ternyata dengan potensi hasil perikanan yang sangat besar masih belum mampu untuk membuat Kabupaten Kepulauan Aru memiliki kesejahteraan yang layak.
Dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional Maret 2022 yang dilakukan oleh BPS, pada tahun 2022 Kabupaten Kepulauan Aru presentase penduduk miskin sebesar 23,51 persen. Walaupun setiap tahun menunjukkan penurunan yang cenderung konsisten, tetapi angka ini masih jauh daripada angka nasional yaitu 9,57 persen.
Hal ini diduga karena pusat perekonomian dan pemerintahan di Kabupaten Kepulauan Aru berada di Dobo atau Pulau Wamar yang mana untuk desa-desa yang berada jauh dari Dobo mengalami kesulitan untuk menjual hasil perikanan karena kesulitan akses kepada pengumpul hasil perikanan.
Sehingga hasil perikanan yang seharusnya dapat dijual untuk menopang hidup sehari-hari, hanya dapat digunakan untuk konsumsi keluarga sendiri. Kondisi ini juga membuat masyarakat yang berada pada desa di luar Dobo dalam hal memenuhi kebutuhan barang dan jasa untuk hidup sehari-hari harus mengeluarkan biaya lebih tinggi.
Karena itu, perbaikan sarana transportasi untuk memudahkan akses masyarakat pedesaan yang jauh dari Dobo diperlukan guna meningkatkan kesejahteraan penduduk di Kabupaten Kepulauan Aru. Pengadaan trayek transportasi laut tetap untuk wilayah-wilayah yang sangat jauh dari Dobo diperlukan agar masyarakat mudah mendapatkan barang dan jasa dan sudah pasti akan lebih murah harganya.
Selain itu, perlu membuka akses transportasi darat antar desa dalam satu pulau pada rencana pembangunan berikutnya. Karena sampai saat ini, masih terdapat banyak desa di luar pulau hanya dapat diakses melalui jalur laut saja.
Dikutip dari Publikasi Potensi Desa 2021 yang dirilis oleh BPS Kabupaten Kepulauan Aru, terdapat sebanyak 69 desa hanya dapat diakses melalui jalur laut saja. Dengan adanya akses darat, kegiatan perekonomian di Kabupaten Kepulauan Aru di luar Dobo dapat dilakukan dengan lebih mudah dan murah dalam dan antar pulau terdekat.
Dengan terobosan ini maka diharapkan terjadi pemangkasan harga jual barang/jasa yang menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat, sehingga mengurangi pengeluaran penduduk Kabupaten Kepulauan Aru yang nantinya berimbas pada peningkatan kesejahteraan dan pengurangan kemiskinan di Kabupaten Kepulauan Aru.

