Ini Pesan Penting Wabup Aru Saat Hadiri Penutupan Badar 2023

oleh -

Dobo, BeritaJar.com: Wakil Bupati Kepulauan Aru Muin Sogalrey menghadiri Penutupan Baku Dapa Anak dan Remaja (Badar) tingkat Klasis Pulau-Pulau Aru, Sabtu (8/7/2023) di Gereja Eden Jemaat GPM Dobo.

Dalam sambutannya, Sogalrey memberikan apresiasi dan penghargaan yang tulus kepada Gereja Kristen Maluku dan Sinode sampai di jemaat, khususnya Klasis Pulau-Pulau Aru yang telah menggelar kegiatan dengan baik.

Dijelaskan, ini merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa berdampak positif pada komitmen bersama pemerintah untuk memberikan perhatian terhadap kebutuhan hak dasar anak secara terintegrasi.

“Penyelenggaraan pendidikan formal gereja secara berjenjang adalah cara GPM menerjemahkan pemenuhan hak itu secara etis iman dengan menghadirkan pemulihan hidup berdasarkan pada firman Allah,” ucap Sogalrey.

Dirinya berharap semua metode pembelajaran yang didapat melalui momen ini dapat membuka ruang besar kepada perwujudan harapan generasi emas bangsa dan negara untuk mengembangkan potensi dan minatnya dengan baik.

Sebab melalui kegiatan ini, lanjut Sogalrey, identifikasi potensi anak telah diverifikasi secara baik dengan kemampuan unggul terdampak pada pojok belajarnya selama badar ini dilaksanakan.

Pada kesempatan itu, Sogalrey menyampaikan beberapa pesan penting yaitu potensi dan minat anak menugaskan kita untuk bermitra mendorong dan membuka akses kemitraan bersama pemerintah dan gereja, mendampingi dan mempelopori program prioritas anak yang kreatif dan inovatif yang mudah diperoleh melalui metode-metode edukasi yang ramah dan berkarakter.

“Baku dapat anak remaja, anak-anak Sekolah Minggu Klasis Pulau-Pulau Aru adalah media iman penuh ceria, bahagia dan semangat restorasi kaum milenial yang terus menceritakan kebaikan Tuhan sepanjang hidupnya, dan menyampaikannya kepada teman, sesama dan semua orang di sekitar mereka,” pesannya.

Selain itu, Badar telah menyatakan tekad dan janji iman mereka untuk menjadi promotor dan pelopor, atau tutor sebaya bagi program-program pengembangan spiritual anak di lingkup gereja, masyarakat, bangsa dan negara.

“GPM dalam mengerjakan apa yang menjadi bagiannya, untuk itu kuatkan kemitraan lintas sektor untuk menyatakan janji iman kita melalui koordinasi dan komunikasi program dan kegiatan mitra pemerintah agar harapan anak bangsa tidak bertepi di sini, tetapi akan berdampak luas pada masa depan mereka yang membanggakan,” katanya.

Perjumpaan remaja lintas iman yang dilaksanakan pada momen ini, Sogalrey atas nama pemerintah memberi penghargaan yang khusus atas kegiatan ini kepada MPH Sinode GPM, Keuskupan Maluku wilayah Kepulauan Aru, pihak Kementerian Agama Aru, yang mana telah memberikan edukasi moderasi beragama dan penguatan toleransi umat beragama yang ditanamkan pada anak remaja dini.

Ditambahkan pula, ditengah persoalan kebangsaan terhadap kesepakatan memelihara kerukunan dan persaudaraan umat beragama sebagai kedaulatan bangsa Indonesia menghadapi problematika kebangsaan yang majemuk.

“Keluarga, Gereja dan Negara, menyiapkan ruang yang ramah anak. Untuk itu pulanglah dan wujudkan itu dalam aksi nyata kita untuk menguatkan identitas dan kedaulatan potret anak yang ceria cerdas dan beriman,” ujar Sogalrey.

Disamping itu, ajarilah mereka dengan sabar dan doronglah mereka menjadi duta yang menghidupkan dunia, bukan sebatas duta sertifikasi, tetapi lebih dari itu menjadi duta kehidupan yang terbuka, bersama pemerintah memerangi bully, hoax, narkoba, miras, sampah, ujaran kebencian, seks bebas dan lainnya.

“Ayo merangkul teman, Kalesang Bumi Jar, dari ancaman kerusakan alam, sampah dan eksploitasi ekosistem yang memprihatinkan.
Ini harapan pemerintah dan gereja semoga tema ini terus digelorakan dalam spiritual kalesang yang dibangun pada Badar GPM Klasis Pulau-pulau Aru tahun 2023 dan Bukan slogan kosong tapi hidup dan menghidupkan semua anak-anakku,” ungkap Sogalrey sembari berpesan.

Sebab itu, tambah Sogalrey dibutuhkan kesadaran kolektif kita semua untuk melindungi kepentingan terbaik anak dan tidak membiarkan apapun merenggut kesempatan mereka bermain sebagai anak-anak, sesuatu yang sangat dibutuhkan proses tumbuh kembangnya yang pada gilirannya akan menjadi generasi tangguh bangsa dan negara, khususnya di Maluku dan kabupaten Kepulauan Aru.

“Atas nama pemerintah daerah sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada majelis pekerja harian sinode GPM, majelis pekerja Klasis pulau-pulau Aru serta seluruh Ketua majelis jemaat, para pendeta dan calon pendeta dan para penatua dan diaken yang telah membangun kerja sama turut mendukung program pemerintah berkelanjutan membentuk akhlak dan moral anak bangsa,” tutup Sogalrey.

Untuk diketahui, kegiatan Badar Klasis Pulau-Pulau Aru ini ditutup oleh Sekretaris Sinode GPM Pdt S.I Sapulette, M.Si dan dihadiri Sekda Aru Jacob Ubyaan, Forkompinda Aru, Pimpinan OPD lingkup Pemkab Aru dan tamu undangan lainnya.