Dobo, BeritaJar.com: Klasis GPM Pulau-Pulau Aru menggelar kegiatan Baku Dapa Anak dan Remaja (Badar), Senin (03/7/2023) di lapangan Yos Sudarso dengan tema ” Merangkul Teman Bersama Kalesang Bumi Jar “.
Kegiatan Badar yang dibuka oleh Kepala Biro Anak dan Remaja Sinode GPM, Pdt.V. Tumalang,S.Th tersebut diikuti 28 Jemaat pada Klasis Pulau-Pulau Aru dan akan berlangsung sejak tanggal 03-08 Juli 2023.
Pendeta Tumalang saat membuka kegiatan tersebut menyampaikan, Badar juga merupakan bentuk implementasi dari salah satu prioritas pengembangan pelayanan GPM yakni pengembangan dialog dan kerjasama lintas agama/iman, karena pada hari Jumat nanti, ada kegiatan lintas iman bersama 20 anak dari Muslim, Katolik serta gereja-gereja saudara.
“Olehnya, melalui kegiatan ini dapat mengembangkan diri anak dan remaja menjadi pribadi yang tanggu, menjalani pola hidup yang bersih, sehat mampu membuat pilihan-pilihan dan keputusan yang baik, entah itu di saat ini maupun di masa yang akan datang dalam era dimana penduduk dunia dalam satu komunitas global melalui kemajuan teknologi komunikasi dan informasi pola hidup yang bertanggung jawab serta sungguh-sungguh mencintai dan merawat alam ini,” ucapnya.
Dirinya berharap melalui kegiatan ini para pengasuh atau pendamping bisa saling berbagi informasi ataupun pengalaman dan harapan agar melalui pengalaman bersama di kegiatan Badar ini dapat menjadi sesuatu yang berguna dan bermanfaat juga di masing-masing jemaat.
Sementara itu, Wakil Bupati Kepulauan Aru Muin Sogalrey dalam sambutannya memberikan apresiasi dan penghargaan kepada GPM yang sangat proaktif memberikan perhatian besar terhadap tumbuh kembang anak Indonesia khususnya di Maluku dan kabupaten Kepulauan Kepulauan Aru, melalui metode variatif berupa bina umat serta penyelenggaraan pendidikan formal gereja secara berjenjang dan pada saat ini untuk kesekian kalinya kegiatan ini digelar dengan baik.
“Melalui momen ini diharapkan peran GPM dapat memberi dampak positif menghadirkan gereja yang ramah anak, turut serta menjamin terlindungnya hak dan kewajiban anak tumbuh kembang, belajar dan berkreasi sesuai potensi dan minat di tengah banyaknya tindak kekerasan pada anak yang terjadi,” ujarnya.
Menurutnya, begitu besar antusias pada kegiatan ini pertanda bahwa semangat dan spiritual mereka terus mengalami pertumbuhan dan peningkatan yang perlu terus biasa pada forum seperti ini yang memberi ruang kreatif dalam pojok minat dan pojok belajar di kelas yang akan diikuti selama kegiatan.
“Forum ini juga menjadi studi meeting jumpa remaja lintas iman, sebagai ruang menguatkan solidaritas yang dikemas dan tema dampak hasil kegiatan ini.
Hal ini sangat positif yang perlu terus dikembangkan demi Merajut kebersamaan membangun bumi jargaria rumah kita bersama,” pungkas Sogalrey.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Klasis Pulau-Pulau Aru, Pendeta Hendri Mussa, S.Th mengatakan, kegiatan badar kali ini bukan sekedar mengisi masa libur atau memilih anak untuk kegiatan badar tingkat sinode di Masohi nanti, tetapi kegiatan ini merupakan kegiatan untuk menumbuh kembangkan potensi anak GPM untuk menjadi anak yang mandiri dan bertanggung jawab.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan pola pikir anak yang lebih bertanggung jawab terhadap dirinya maupun lingkungan, menumbuh kembangkan anak lintas iman untuk membangun kesadaran toleransi yang dimulai dari anak-anak apalagi kabupaten Kepulauan Aru telah dinobatkan sebagai laboratorium kerukunan umat beragama.
“Kegiatan ini juga akan memberikan pendidikan dalam berbagai kegiatan diantaranya mengenal fotografi, penyakit menular, cinta lingkungan, jurnalistik, pangan lokal, pengolahan kuliner, model busana daerah, cinta bahari dan pariwisata,” terang Mussa.

