Dobo, BeritaJar.com: Wakil Bupati Kepulauan Aru Muin Sogalrey resmi membuka kegiatan Masa Penerimaan Anggota (Mapenta) dan Musyawarah Komisariat Cabang (Muskomcab) II Pemuda Katolik Kepulauan Aru, Minggu (02/07/2023) di aula Cendrawasih Dobo.
Atas nama pemerintah daerah, Wabup Aru memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Pengurus Cabang Komisariat Pemuda Katolik Kepulauan Aru yang telah membangun kemitraan kolaborasi bersama pemerintah daerah, dalam rangka mengupayakan dan menghadirkan kebaikan Tuhan dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.
Dikatakan, kontemplasi kita pada momentum ini mencerahkan kita tentang apa dan siapa kita, yang dipercayakan mandat dan kapasitas sebagai penggerak, garda utama, terang ilahi yang terus bercahaya dalam dunia.
Sogalrey yakin bahwa konsep yang dibangun dalam motto pemuda Katolik, memberikan inspirasi yang kuat dan berakar, bukan sebuah motto dan slogan tanpa makna.
“Sebab motto ini, dalam menghasilkan kader pemimpin bangsa daerah kita yang berkarakter dan memiliki kapasitas yang mumpuni membangun dan memimpin organisasi masyarakat bangsa/negara dan gereja secara berkelanjutan,” ucap Sogalrey dalam sambutannya.
Dijelaskan pula, forum ini yang adalah lembaga pengambil kebijakan dan keputusan terhadap kebutuhan organisasi baik internal maupun eksternal demi pencapaian tujuan bersama menjadikan pemuda Katolik sebagai rumah bersama yang ramah dalam konteks kemajemukan.
“Selaku pemerintah saya berharap forum ini dapat berdampak positif, membangun konsolidasi serta komitmen bersama menjawab tantangan gemulai dan realitas konteks kekinian yang mendesak pemuda Katolik harus berdiri pada asas kebenaran dan keadilan yang humanis sosial, berdedikasi hamba dan membawa keadilan dan kesejahteraan bagi semua orang,” harap Sogalrey.
Ia juga mengharapkan, agenda ini menjadi media terbangunnya sinergitas dan kerjasama yang terjalin dengan pemerintah daerah Kabupaten Kepulauan Aru dengan mengkomunikasikan rencana program kegiatan yang membutuhkan intervensi, jejaring kerjasama dengan seluruh stakeholder.
Sehingga lanjutnya, kita berkolaborasi dalam mewujudkan harapan bersama dengan tetap mengutamakan prinsip dan ruang serta arah kebijakan organisasi secara mandiri untuk mencapai harapan dan tujuan kita bersama.
Pada kesempatan tersebut, Sogalrey juga menyampaikan beberapa pesan penting kepada pemuda Katolik.
Pertama, jadikanlah agenda ini sebagai wahana strategis untuk mematangkan operasional organisasi yang diletakkan pada pondasi pengembangan yang sudah saatnya diselaraskan dengan dinamika pertumbuhan gereja, maupun dinamika pertumbuhan masyarakat melalui seluruh rangkaian pembangunan kabupaten Kepulauan Aru pada semua aspek.
Kedua, kuatkan potensi kajian dan analisis maka membiasakan pemuda Katolik untuk membentuk manajemen program yang terukur dan evaluasinya dilakukan secara bersama-sama sehingga hasil evaluasi itulah yang menjadi pijakan untuk menyusun dan merancang bangun program/kegiatan berkelanjutan.
Ketiga, agenda ini diharapkan dapat mengadvokasi Dan meletakkan kembali kesadaran bersama pada visi dan misi pemuda Katolik, dimana situasi sulit sekarang ini, mengajak pemuda Katolik untuk sudah saatnya berani untuk keluar melakukan model-model usaha kreatif dan mandiri.
Keempat, pemuda dan millenium adalah pusat restorasi SDM yang unggul dimana semua orang berjuang dalam gelombang digital yang membawa dampak positif tapi juga negatif.
“Untuk itu, pemuda Katolik harus berusaha mengimbangi perubahan dimaksud, melalui model fisiologi digital dan pembinaan berbasis literasi digital, sambil mengajak semua orang untuk menaruh perhatian dan pendampingan bagi pendidikan, membangun spiritualitas pemuda Katolik yang mandiri, peka terhadap persoalan sosial budaya dan masalah ekologis dan sebagainya,” papar Sogalrey.
Kelima, aspek penguatan pencerdasan politik pemuda Katolik haruslah pula dilihat dan dibangun secara terencana, dengan kesadaran bahwa persoalan agenda politik dan demokrasi tidak boleh mencederai kehidupan persekutuan berbangsa dan bernegara dalam semangat orang adi kaka, Sita Kaka Walike, Ani Ain, Kalwedo, Kidabela.
“Hal ini patut diingatkan sebab tahun 2024 kita akan melaksanakan agenda demokrasi pemilu serempak yang proses dan tahapannya akan kita jalani di tahun 2023 ini,” ungkapnya.
Keenam, jaga marwa dan wibawa lembaga ini, minimalkan interupsi yang tidak bermanfaat, legalkan dan kuatkan keputusan iman dalam setiap ketukan palu yang menegaskan simbol kasih Yesus yang menghadirkan cinta dan sayang demi membangun komitmen organisasi dari tingkat daerah, cabang dan ranting pada periodisasi yang baru demi tercetusnya ide dan gagasan yang cerdas dan kreatif dalam peningkatan kualitas pemuda Katolik.

