Kesbangpol Maluku dan Aru Gelar Sosialisasi Forum Pembaruan Kebangsaan

oleh -

Dobo, BeritaJar.com: Badan Kesatuan Bangsa dan Politik ( Kesbangpol) Provinsi Maluku bersama Kesbangpol Kabupaten Kepulauan Aru menggelar Sosialisasi Forum Pembaruan Kebangsaan (FPK).

Kegiatan yang berlangsung, Selasa (27/06/2023) di Cafe Gospel Dobo tersebut dibuka oleh Kepala Badan Kesbangpol Maluku Daniel E. Indey dan dihadiri Kepala Kesbangpol Kepulauan Aru Joel Gaite bersama 21 peserta dari Etnis yang ada di Aru, serta serta para undangan lainnya.

Kepala Kesbangpol Kepulauan Aru Joel Gaite dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memberikan pemahaman terkait apa itu Forum Pembaruan Kebangsaan (FPK), yang mana FPK ini akan hadir sebagai wadah yang diamanatkan oleh undang-undang untuk mewadahi etnis-etnis yang ada pada setiap Provinsi maupun Kabupaten/Kota.

“Sehingga diharapkan setelah kegiatan sosialisasi ini, wadah ini dapat segera dibentuk dan di tentukan pengurus Forum Pembauran Kebangsaan Kabupaten Kepulauan Aru. Hal ini juga menjadi sesuatu yang urgent kerena Kabupaten Kepulauan Aru belum terbentuknya forum FPK ini,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Maluku Daniel E. Indey saat membuka kegiatan tersebut menyampaikan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia mempunyai ciri khas yaitu Kebhinekaan, Ras, Suku, Budaya dan Agama yang menghuni dan tersebar diberbagai wilayah nusantara dan bertekad untuk menjadi satu bangsa, satu tanah air dan menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia, perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia di masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang.

“Kondisi saat ini, Bangsa Indonesia masih menghadapi berbagai konflik yang bersifat vertikal dan horizontal disebabkan oleh berbagai latar belakang permasalahan ras, suku, budaya dan agama yang dapat mengancam integritas nasional,” ucapnya.

Menurut Daniel, memahami dan menerapkan nilai-nilai luhur bangsa yangsa diimplementasikan melalui menghormati perbedaan, semangat untuk bersatu, rela berkorban dan pantang menyerah serta adanya harga diri dan jiwa nasionalisme.

“Kehadiran FPK sangat dibutuhkan untuk kebutuhan NKRI yang sangat rentan terhadap konflik. Olehnya perlu pembauran antar suku agar fanatisme kesukuan tidak memicu konflik. Sekecil apapun persoalan sosial harus segera terselesaikan agar tidak menjadi besar,” ungkapnya.

Disamping itu, Kabupaten Kepulauan Aru juga merupakan bagian dari NKRI yang berkembang dengan peradaban yang pesat, terdapat juga berbagai suku, ras agama dan budaya yang begitu kompleksitas.

“Kemajemukan yang berada di Kabupaten Kepulauan Aru juga rentang terhadap berbagai konflik yang dapat mengancam kehidupan bersama,” ujar Daniel.

Dengan demikian, dirinya berharap Forum Pembaruan Kebangsaan (FPK) menjadi wadah untuk mempersatukan kemajemukan yang ada berdasarkan Pancasila sebagai Ideologi bangsa dan Bhineka Tunggal Ika sebagai simbol dan lambang pemersatu bangsa.

“Secara khusus khalayak hidup semua orang di Jargaria Sarkwarisa Manise,” tutupnya.