Dobo, BeritaJar.com: Gubernur Maluku Irjen. Pol. (Purn.) Drs. Murad Ismail membuka Musyawarah Adat I Rumpun Fanan, di Desa Kwarbola, Kecamatan Aru Tengah, Kepulauan Aru, Senin (26/6/2023) yang ditandai dengan pemukulan Gong.
Dalam sambutannya, Murad sampaikan bahwa sebagai orang yang hidup dan besar dengan adat dan budaya, sangat mengapresiasi keluarga besar fanan, yang mana sangat kuat memegang hukum adat dan memegang teguh
prinsip hidup Itawa Etu, Sar Kwarisa atau Kumpul orang bersaudara,
yang menjadi motto pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru.
“Saya percaya, kekuatan adat-istiadat warisan leluhur inilah, yang senantiasa menjaga tali silaturahim, toleransi, dan persaudaraan diantara kita,” ujar Murad.
Dirinya juga pada kesempatan itu, mengajak para tokoh agama dan
tokoh adat di negeri ini, untuk meningkatkan kerjasama dengan pemerintah daerah dalam
prosoalan pembangunan.
Sementara itu, Widya Pratiwi Murad selaku Odamona, menyampaikan bahwa musyawarah ini menunjukan bahwa Maluku ini adalah negeri yang kaya akan budaya, adat dan tradisi lokal yang memiliki nilai kebijaksanaan dan kearifan yang sangat universal.
“Saya sangat bersyukur karena dapat berkumpul dan bertegur sapa sebagai Istri Gubernur Maluku dan Ketua TP-PKK Provinsi Maluku, yang sudah beberapa kali datang ke Aru untuk sejumlah kegiatan koordinasi penanggulangan stunting, dan untuk diketahui di desa Kwarbola ini terdapat 8 anak stunting dan dari 25 desa suku fanan ada 20 desa dimana 77 anak yang menderita stunting, artinya ini adalah tanggung jawab kita bersama, karena jika banyak anak yang stunting di suku fanan atau secara umum di Aru, akan sangat mengancam generasi kita kedepan, karena bukan hanya bermasalah pada tinggi dan berat badan tapi kecerdasan anak juga terganggu sehingga tidak bisa bersaing dan ini adalah tugas kita bersama,” ungkapnya.
Dirinya menyampaikan kunjungannya di desa Kwarbola ini adalah bagian dari komitmennya bersama Gubernur untuk menyapa dan bersentuhan langsung dengan semua lapisan masyarakat di seluruh pelosok Maluku.
“Rasa syukur saya semakin berlipat ganda karena masyarakat Rumpun Fanan dengan hati yang terbuka dan Ikhlas memberikan gelar kehormatan adat yaitu Imona dan Odamona Fanan, pemberian gelar ini adalah bukti bahwa saya dan Gubernur menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari bagian rumpun adat fanan,” pungkas Widya.
Sebagai Odamona fanan, Widya menghimbau kepada seluruh saudara-saudara fanan agar belajar dari ketaatan dan kesetiaan fanan, itulah yang harus diteladani oleh seluruh masyarakat rumpun adat Fanan.
“Selamat bermusyawarah semoga semua keputusan yang diambil bermanfaat bagi semua masyarakat adat rumpun Fanan,” tuturnya .
Ditempat yang sama, Bupati Kepulauan Aru dr. Johan Gonga mengucapkan selamat datang kepada Gubernur dan Ketua TP-PKK Provinsi Maluku di desa Kwarbola dan memberikan apresiasi serta ucapan terima kasih.
“Atas nama pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru, saya memberikan apresiasi kepada masyarakat adat rumpun fanan, besar harapan semoga musyawarah adat ini sukses dan memiliki asas manfaat yang besar dan menjadi landasan bagi masyarakat khususnya rumpun Fanan,” pintahnya.
Pada kesempatan itu, Gubernur didampingi Bupati turut menyerahkan Bantuan hibah pemerintah Provinsi Maluku kepada Majelis Jemaat Kwarbola dengan Nilai Rp. 250.000.000, Gereja Murai Lama sebesar Rp. 50.000.000, Panitia Renovasi Gedung Gereja Sion Murai Baru sebesar Rp. 30.000.000, Meubeler Gereja Pastori Algadang sebesar Rp. 25.000.000, Gereja GPM Koijabi sebesar Rp. 20.000.000, Sidang Jemaat Koijabi sebesar Rp. 15.000.000, Tempat Wudhu Masjid Ponom Rp. 25.000.000, Peremian Gereja Jirlay sebesar Rp. 25.000.000, dan Gereja GPM Koba Selfara sebesar Rp. 50.000.000.
Turut hadir pada kesempatan itu, Sekretaris Daerah Maluku dan Istri, Forkopimda Kabupaten Kepulauan Aru, Pimpinan OPD Lingkup Pemerintah Provinsi Maluku dan Kabupaten Kepulauan Aru, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Tokoh Perempuan, Camat Kecamatan Aru Tengah dan Aru Tengah Timur, Kepala Desa dan Perangkat Desa dan unsur lainnya.

