Jelang Idul Fitri, Pemkab Aru Gelar Rapat Pengendalian Harga Barang dan Menjaga Ketersediaan Pasokan

oleh -

Dobo, BeritaJar.com: Dalam rangka menyongsong Hari Raya Idul Fitri 2023, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Aru melaksanakan Rapat Pengendalian Harga Barang Dan Menjaga Ketersediaan Pasokan.

Rapat yang berlangsung, Rabu (01/03/2023) di lantai dua kantor Bupati Kepulauan Aru dipimpin oleh Wakil Bupati Muin Sogalrey.

Pantauan media ini, dalam rapat tersebut, mereka membahas tentang 9 bahan Pokok menjelang hari Raya idul Fitri dan kesiapan stok-stok barang menjelang hari besar keagamaan.

“Harapan saya terkait dapan menyiapkan bahan- bahan 9 bahan pokok, kita akan turun ke lapangan untuk mengecek bahan pokok yang disiapkan para Distributor di kota Dobo,” ucap Sogalrey saat membuka rapat tersebut.

Kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kepulauan Aru, Sogalrey meminta agar tetap melakukan pemantauan terhadap stok dan harga 9 bahan Pokok yang berada di Distributor dan pengecer.

“Saya minta pada distributor dan pengecer tetap di pantau dan harap juga kalau satu dinas yang menangani akan lambat jika antar sesama kita semua melakukan antisipasi, mulai dari pusat sampai ke Provinsi dan Kabupaten Kota dapat teratasi dengan baik,” pintahnya.

Selain itu, lanjut Sogalrey, nanti kita evaluasi dengan Dinas Perindag terkait adanya barang-barang yang kadaluarsa.

“Akan kita tinjau langsung ke pasar untuk mengecek barang-barang yang kadaluarsa, sehingga jika kedapatan kita dapat menyita barang tersebut dari pengencer, sehingga tidak dapat menjual kembali kepada konsumen atau masyarakat yang berada di Kabupaten Kepulauan Aru,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Statistik Kepulauan Aru George R. Loupatty. S. ST mengatakan bahwa BPS Kepulauan Aru telah melakukan peninjauan perkembangan harga yang dilakukan secara berulang kali dan melakukan koordinasi dengan Disperindag dan dari Disperindag juga telah mengeluarkan daftar harga yang akan terus di pantau.

“Laporan daftar harga ini juga akan keluar indeks kenaikan harga, tapi kita masih menemukan kendala terkait angka inflasi jadi kita belum bisa menetapkan harga di seluruh kabupaten kota. Akan tetapi dalam proses berjalan dan koordinasi yang baik, sampai kemarin tanggal 27 Februari, data ini sudah mulai terlaporkan ke kementerian perdagangan,” katanya.

Disamping itu, harga di beberapa komunitas yang menjadi kebutuhan pokok dari pada masyarakat antara lain yakni beras, tepung terigu, mie instan, daging sapi, daging ayam ras, susu dan lain sebagainya telah dicatat.

“Dari beberapa komunitas ini kami menemukan beberapa hal menarik dari bulan Januari sampai bulan Februari belum ada kenaikan yang begitu signifikan contohnya daging sapi, pada awal Januari 1 kgnya seharga Rp.150.000 dan pada akhir Februari masih pada harga yang sama yaitu Rp.150.000/Kg dikarenakan pengonsumsian daging sapi ini hanya pada hari-hari tertentu,” terang Loupatty.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perindag Kepulauan Aru Bernard Adtjas menyampaikan bahwa saat ini sembilan (9) bahan pokok di Kabupaten Kepulauan Kepulauan Aru menjelang ibadah puasa dan hari raya Idul Fitri saat ini masih tercukupi.

“Dari hasil pemantauan kami dinas Perindag akan memasukkan 129 kontainer dari PT Temas dan tol laut sehingga untuk program Tol Laut, Pelni yang sudah melakukan pembongkaran sembako sebanyak 68 kontainer. Kemudian pada minggu yang akan datang sebanyak 58 kontainer, sehingga stok pada bulan Februari sampai dengan Maret status masih terpenuhi,” jelas Adtjas.

Dirinya juga menuturkan, untuk perkembangan harga sembako khusus pada tanggal 28 Februari 2023, harga 9 bahan pokok yang paling menonjol yaitu pada bahan pokok beras.

“Yang khusus masuk di Kabupaten Kepulauan Aru, ada 24 jenis beras dengan berbagai merek rata-rata mengalami kelebihan harga dan untuk program SP2KP, kami hanya mengambil patokan dari distributor dan pedagang kaki lima yang berada di pasar Jargaria saja yang berada di Kabupaten Kepulauan Aru,” ujarnya.

“Untuk minyak goreng khusus di Kabupaten Kepulauan Aru di luar minyak goreng merk lain yaitu minyak goreng curah dan minyak goreng Merek Kita yang merupakan minyak yang disubsidi oleh Pemerintah Pusat dan kita dari dinas perindag lagi mengupayakan dalam menjelang hari besar agama agar minyak goreng curah dan minyak goreng merek Kita dapat segera masuk di Aru untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang hari besar agama,” tambah Kadis Perindag.

Sementara untuk BBM, dari hasil pemantauan Disperindag, baik BBM bersubsidi maupun BBM non subsidi di setiap SPBU yang terdapat di Kabupaten Kepulauan Aru dan setiap hari masih beroperasi.

“Dan untuk BBM minyak tanah di Kabupaten Kepulauan Aru khususnya untuk kecamatan-kecamatan sementara ini, kita masih pending karena masih menunggu harga ekonomi tinggi,” ungkapnya.