Site icon BeritaJar

Gonga Buka FGD Kabupaten Kepulauan Aru Dalam Angka 2023

Dobo, BeritaJar.com: Bupati Kepulauan Aru dr. Johan Gonga membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Kabupaten Kepulauan Aru Dalam Angka 2023.

FGD yang dilakukan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kepulauan Aru, Jumat (17/02/2023) berlangsung di lantai dua kantor Bupati setempat.

Bupati Johan Gonga dalam sambutannya mengatakan bahwa data memiliki nilai penting dan strategis dalam pengambilan keputusan dan kebijakan publik.

Dikatakan, pada tahun 2022 data menunjukkan persentase penduduk miskin Kabupaten Kepulauan Aru sebesar 23,51 persen.

Jumlah penduduk miskin Kabupaten Kepulauan Aru tersebut mengalami penurunan yang cukup signifikan dibandingkan dengan tahun 2021 yaitu sebesar 26,53 persen.

“Sedangkan pada kondisi kemiskinan ekstrem di Kabupaten Kepulauan Aru pada Tahun 2022 yaitu mencapai 2,04 persen. Hal ini menunjukkan telah terjadi penurunan persentase penduduk miskin ekstrem dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 5,28 persen,” ucap Gonga.

Selanjutnya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang memberikan gambaran mengenai tingkat pencapaian pembangunan manusia di suatu daerah sebagai dampak pembangunan diwilayahnya.

Perkembangan angka IPM kata Gonga, memberikan indikasi peningkatan atau penurunan kinerja pembangunan manusia pada suatu daerah pada kurun waktu tertentu.

Gonga juga katakan, IPM Kabupaten Kepulauan Aru selama rentang 5 tahun dari tahun 2017 sampai 2021 menunjukkan trend peningkatan yakni; Angka IPM tahun 2017 sebesar 62,13 dan mencap 63,83 pada Tahun 2021. Angka IPM pada tingkat ini masih dalam kategori “Sedang.

Untuk itu, BPS Kabupaten Kepulauan Aru pada tahun 2022 telah merilis angka pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kepulauan Aru Tahun 2021 mencapai 3,47 persen.

“Angka ini menunjukkan peningkatan dibanding tahun 2020 yang bernilai negatif yaitu sebesar -0,04 persen akibat pandemi covid-19 yang melanda,” ungkap Gonga.

Dirinya menambahkan, Fertilitas Kabupaten Kepulauan Aru menurun dalam sepuluh tahun terakhir. “Sensus Penduduk 2010 mencatat angka Total Fertility Rate (TFR) sebesar 4,13 yang berarti seorang perempuan melahirkan sekitar 4 anak selama masa reproduksinya. Sementara Long Form SP2020 mencatat TFR sebesar 2,93 yang berarti hanya sekitar 3 anak yang dilahirkan perempuan selama masa reproduksinya,” jelasnya.

Disamping itu sambungnya, penurunan fertilitas mengakibatkan proporsi anak-anak dalam populasi ikut menurun. Kondisi ini dapat mengakibatkan rasio ketergantungan menjadi lebih rendah dan menciptakan bonus demografi.

Selain itu, selama periode satu decade bonus demografi yang dialami Kabupaten Kepulauan Aru, Angka Kematian Bayi (AKB) cenderung menurun dari 57 per 1000 kelahiran hidup pada Sensus Penduduk 2010 menjadi 34,49 per 1000 kelahiran hidup pada Long Form SP2020.

Hal ini menurut Gonga disebabkan perubahan mindset masyarakat terhadap gerakan masyarakat hidup sehat semakin baik, sehingga perbaikan sarana dan prasarana Kesehatan serta meningkatnya kualitas hidup Wanita Indonesia membuat anak yang baru lahir semakin mampu bertahan hidup.

Dijelaskan pula, dalam melakukan penghitungan Data-data Strategis tersebut, BPS melakukan pengumpulan data yang bersumber dari Pemerintah, Pelaku Usaha dan juga rumah tangga. “Sehingga diharapkan adanya kerjasama yang baik sehingga dapat menghasilkan data yang akurat,” pintah Bupati dua periode ini.

Diakhir sambutannya, Gonga menambahkan berdasarkan permasalahan tersebut di atas, maka perlu diselenggarakan wadah komunikasi dan diskusi yaitu Focus Group Discussion (FGD) Kabupaten Kepulauan Aru Dalam Angka 2023.

“FGD ini dilaksanakan untuk mendiskusikan berbagai permasalahan dalam hal pengumpulan dan publikasi data sektoral yang terdapat pada Kabupaten Kepulauan Aru Dalam Angka 2023,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Gonga menyampaikan terima dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada BPS Kabupaten Kepulauan Aru, atas kerja kerasnya dalam menyediakan data-data strategis, dalam mengukur kinerja pembangunan daerah.

” Ucapan terima kasih juga kepada seluruh OPD/Instansi/Lembaga yang telah menyampaikan data sesuai jadwal yang telah ditentukan dan semoga kerjasama yang baik ini dapat terus terjalin dimasa mendatang,” pungkasnya mengakhiri.

Exit mobile version