Site icon BeritaJar

Ini Pesan Pendeta Noya di HUT Wadah Pelayanan Laki-laki GPM Ke-36

Dobo, BeritaJar.com: Gereja Protestan Maluku (GPM) Jemaat Sinar Kasih merayakan Hari Ulang Tahun Wadah Pelayanan Laki-laki Ke-36 Tahun 2022 di gedung Gereja Sinar Kasih, Sabtu (24/09).

Ketua Majelis Jemaat (KMJ) Sinar Kasih Pdt. H.M Noya S.Th dalam sambutannya mengatakan, hendaknya perayaan HUT laki-laki gereja mestinya dijadikan moment penting untuk membangun citra dan juga jati diri laki-laki agar dapat hadir di tengah gereja dan masyarakat.

Dikatakan, dierah sekarang ini, kita tidak saja menikmati mudah-mudahan dalam berkomunikasi, berinteraksi, bersaksi tentang kehidupan dunia yang real, namun juga berada pada kehidupan dunia maya yang nyata. Dan itu terjadi dimana-mana, baik kemiskinan, kemerosotan moral, bahkan keretakan dalam rumah tangga yang berakibat perceraian.

“Kehidupan di dunia maya ini seringkali terjadi persoalan-persoalan kehidupan yang nyata khususnya di depan mata kaum laki-laki, dimana ada kemiskinan, kemerosotan moral, bahkan keretakan dalam rumah tangga yang berakibat perceraian, kriminalitas yang meningkat, termasuk narkoba dan HIV Aids,” ucap Noya.

Menurutnya, secara umum bergereja dan berbangsa, tentu dihadapkan dengan berbagai radikalisme, dan juga intoleransi antar umat beragama bahkan ada ancaman-ancaman disintegrasi.

” Beta (saya) pikir di sinilah peranan kita sebagai umat manusia sangatlah penting termasuk kaum laki-laki gereja, harus ada pembaharuan dalam situasi dan kondisi yang terjadi,” ujarnya.

” Saya kira, tindakan-tindakan ini bisa dilakukan oleh laki-laki gereja, bahkan Beta (saya) ambil misal saja melakukan dinasti spiritualitas tentang pengharu-pengharu teknologi informasi medsos, dalam kehidupan laki-laki gereja dalam melakukan berbagai sosialisasi, edukasi , dan pemeriksaan kesehatan bahkan hal-hal lainnya,” tambah pendeta Noya.

Lanjut menambahkan, sebagai laki-laki gereja, juga bisa melakukan pembaharuan-pembaharuan, dimana dalam tahun ini ada berbagai gerakan-gerakan yang di lakukan pemerintah diantaranya gerakan keluarga menanam, melaut dan gerakan keluarga memasarkan, demi menopang ketersediaan dalam kehidupan dan meningkatkan pendapatan keluarga.

Selain itu, laki-laki gereja juga dituntut untuk melakukan Doa bersama antar sesama laki-laki gereja (Pelpri) dan Doa bersama keluarga dalam rumah tangga.

” Ini juga sebagai introspeksi diri, karena belum tentu kita sebagai laki-laki, bisa mengumpulkan keluarga,” tandas Noya.

Olehnya laki-laki gereja diharapkan menjadi laki-laki yang hidup dalam keadaban yang baik dan juga bersikap baik terhadap siapapun. ” Kalau bahasa Maluku bilang jadi laki-laki Bae jua dan itu merupakan salah satu upaya untuk menghindari tindakan-tindakan kekerasan dalam rumah tangga,” pintahnya.

Mengakhiri sambutannya, Noya berpesan bahwa sebagai laki-laki gereja hendaknya mempunyai motifasi hidup dalam melakukan perubahan ke arah yang lebih baik dan juga melakukan kepentingan-kepentingan hidup yang terbaik.

” Semoga dengan adanya perayaan HUT wadah pelayanan laki-laki GPM yang ke-36 ini, apa yang kita dengar dalam khotbah itu dapat kita lakukan itu dalam kehidupan kita, dan Beta percaya, apa yang di katakan dalam kitab Mazmur, bahwa “Siapa yang hidup baik, maka Tuhan akan limpahkan berkat didalamnya,” tutup Noya. (ML).

Exit mobile version