Site icon BeritaJar

Akibat Miras, RB Tewas Dipanah

Dobo, BeritaJar.com: Salah seorang warga Dobo Kecamatan Pulau-Pulau Aru berinisial RB (24) tewas di kompleks Siwalima, Minggu (22/5) pagi sekira pukul 04.00 WIT. Korban dipanah hingga menembus dada oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK).

Berdasarkan kronologis kejadian yang dihimpun media ini, pada hari Minggu tanggal 22 Mei 2022 sekitar pukul 00.00 WIT, bertempat di Kompleks Siwalima Pantai, Saksi Nasrun Mansabi dan korban RB sama-sama mengkonsumsi minum keras (Miras) jenis Sopi, setelah selesai minum, saksi dan korban menuju Kompleks Bambu Kuning dengan maksud untuk menonton acara pesta.

Setelah tiba di acara pesta, saksi dan korban beserta beberapa rekan lainnya bergabung untuk mengkonsumsi miras dengan pemuda komplek Namajala dan bambu kuning. Setelah selesai mengkonsumsi miras, saksi sudah tidak melihat keberadaan Korban di sekitar tempat Acara.

Selang beberapa menit kemudian, datang sekelompok pemuda dari arah lorong dewan lama dan melakukan pemukul terhadap salah satu teman korban (Jakaria Selfara). Karena merasa terdesak teman Korban Jakaria Selfara langsung melarikan diri ke Kompleks Siwalima dan bertemu dengan Korban serta para saksi lainnya yang saat itu melanjutkan miras di komplek Siwalima. Kemudian Jakaria Selfara menyampaikan perihal kejadian yang menimpanya.

Belum selesai menjelaskan, tiba-tiba datang sekelompok pemuda dari arah pertigaan Kompleks Siwalima pantai sambil berteriak memanggil nama korban (ARI).

“Karena mendengar di panggil kemudian Korban keluar dan menghampiri sekompok pemuda tersebut,” ucap saksi Nasrum.

Selanjutnya saat korban menemui kelompok pemuda tersebut Jakaria selfara dan teman lainnya sempat mendengar bunyi busur panah, kemudian saksi melihat korban sudah terjatuh didepan rumah salah satu warga setempat dalam kondisi terluka di bagian dada.

Atas kejadian tersebut saksi langsung menuju ke rumah kepala desa Gomar Sungai Ruslan Gou untuk melaporkan kejadian tersebut.

Sementara itu, menurut Keterangan dari saksi Iksan Gadil yang menerangkan bahwa kejadian berawal sekitar pukul 01.00 Wit, yang mana saat itu dirinya sementara berada di acara pesta, tiba-tiba terdengar bahwa ada kejadian perkelahian disamping kantor Dewan lama setelah mendengar ia langsung jalan menuju Kompleks Siwalima.

Sesampainya di komplek Siwalima, dia (Iksan) melihat rekan lainnya lagi sedang duduk miras, selanjutnya ia menanyakan kepada rekan yang lain tersebut bahwa “tadi anak anak mana yang ada berkelahi di depan kantor DPRD lama”, kemudian rekannya menyampaikan bahwa itu anak anak kompleks sebelah yang berkelahi.

Setelah itu rekan – rekannya berjalan menuju jalan pertigaan kompleks Siwalima namun tiba-tiba sekelompok pemuda yang tidak dikenal berlarian menuju kompleks Siwalima, kemudian para saksi kembali masuk kedalam kompleks lorong agen guna menghindar perkelahian dengan kelompok pemuda tersebut.

Saat para pemuda tersebut sudah berada di komplek Siwalima, terdengar suara dari sekelompok pemuda yang tidak dikenal tersebut menyatakan bahwa sapa yang mau berkelahi?

Mendengar suara tersebut, korban RB langsung berjalan menuju ke kelompok pemuda tersebut, namun beberapa menit kemudian korban kembali dengan keadaan luka pada bagian dadah sebelah kiri sambil memegang anak panah yang telah dicabut oleh Korban dari dadanya, kemudian korban terjatuh ke tanah.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Kepulauan Aru Iptu Galuh F Saputra, SIK kepada media ini mengakui bahwa ada kejadian penganiayaan di kompleks Siwalima hingga salah seorang meninggal dunia.

“Iya benar ada kejadian tadi pagi jam 04.00 subuh yang mengakibatkan seseorang meninggal dan kami telah menangkap pelakunya dan telah ditetapkan sebagai tersangka,” ungkapnya. (tim)

Exit mobile version