Tak Layak Lagi, Kantor Disdukcapil Aru Perluh Direhab

oleh -

Dobo, BeritaJar.com: Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kepulauan Aru dinilai sudah tidak layak untuk ditempati. Pasalnya, loteng beton, tembok dan tiang-tiang sudah terlihat kropos dan mengelupas. Atap senk juga terlihat rusak dan sudah berkarat.

Dengan kondisi bangunan yang sudah tidak memadai, turut memberikan pemandangan buruk terhadap gedung yang merupakan sarana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Aru. Apalagi saat pelayanan publik dilakukan kepada masyarakat juga sering terganggu.

Padahal, untuk mendapat sarana gedung yang memadai dan layak digunakan, pihak Disdukcapil Aru telah mengusulkan untuk diperbaiki. Usulan itu disampaikan ke Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kepulauan Aru melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Mohammad Djumpa, namun hingga kini belum juga direalisasi.

Beberapa warga masyarakat yang ditemui kemarin, saat datang berurusan ke kantor Disdukcapil menjelaskan, gedung kantor Disdukcapil sudah terlihat lama dan tembok banyak yang retak, bahkan tiang-tiang juga terlihat pecah-pecah dan loteng juga sudah mengelupas.

“Apakah fasilitas dan sarana gedung Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru, khusunya kantor Disdukcapil ini harus runtuh atau ambruk dulu baru diperhatikan ataukah bagaimana? Saya rasa bukan kantor Disdukcapil saja yang mengalami kerusakan, mungkin ada sarana gedung kantor dinas yang lain juga mengalami hal yang sama. Kami yang datang berurusan saja merasa takut, jangan-jangan kantornya ambruk tiba-tiba,” tutur Jossy kepada Wartawan, kemarin di halaman kantor Disdukcapil tersebut.

Dia meminta kepada Pemkab Aru untuk bisa memperhatikan kondisi gedung kantor yang adalah sarana penunjang pelayanan kepada masyarakat yang sudah lama dan tidak layak lagi untuk dipergunakan.

“Bukan apa-apa, tapi yang kami takutkan saat berurusan di kantor tersebut, tiba-tiba terjadi hal yang tidak kita inginkan. Lalu siapa yang harus bertanggung jawab! Alangkah baiknya, sebelum terjadi hal demikian, kami menghimbau kepada Pemkab Aru untuk bisa membenahinya,” ujar Jossy lagi.

Menanggapi hal tersebut, Plt.Kadisdukcapil Kepulauan Aru, Simon Karatem, diruang kerjanya kepada Wartawan tidak menampik apa yang dilihat masyarakat saat datang berurusan di kantor tersebut karena faktanya demikian.

“Apa yang disampaikan warga masyarakat terkait gedung kantor yang sudah rusak dan kropos itu memang benar. Yang ditakutkan adalah saat pelayanan kepada masyarakat oleh pegawai, kemungkinan hal buruk yang tidak kita inginkan itu terjadi. Itu yang menjadi kekuatiran kami di kantor ini,” tandasnya menanggapi.

Dia juga menambahkan, terhadap kerusakan gedung kantor ini, pihaknya sudah mengusulkan ke Pemkab Aru melalui Sekda Kepulauan Aru. Namun sampai saat ini belum ada realisasinya.

Padahal sambung Karatem, tembok, tiang-tiang, loteng beton semuanya sudah kropos dan terkelupas. Bahkan atap (senk) sudah berkarat dan banyak yang berlobang dan bocor saat hujan.

“Saya akui tembok, loteng beton, tiang-tiang sudah banyak yang kropos dan mengelupas. Kami agak takut saat bekerja dan saat pelayanan publik dilakukan, jangan-jangan hal yang tidak diinginkan terjadi. Padahal, kami dari Disdukcapil sudah mengusulkan ke Pemkab Aru melalui Sekda,” ucapnya lagi.

Dirinya berharap, usulan yang telah disampaikan beberapa tahun lalu untuk memperbaiki gedung kantor yang baik dan layak, bisa direspon Pemkab Kepulauan Aru.

“Ini mungkin soal penganggarannya sehingga pembangunan sarana gedung kantor yang baru belum bisa terealisasi. Padahal lahan untuk gedung kantornya sudah disediakan,” pungkas Karatem (*)