Dobo, BeritaJar.com: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Aru menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) pasca meningkatnya terkonfirmasi kasus Covid-19, Senin (14/2/2022) bertempat di Aula lantai II BPKAD Kepulauan Aru.
Rakor yang dipimpin langsung oleh Bupati Kepulauan Aru dr. Johan Gonga dihadiri Wakil Bupati Muin Sogalrey, Danlanal Aru Letkol Laut(P) Qoirur Roziqin, SH.M.Tr.Hanla,M.M, Kajari Aru Andi Panca Sakti, Kapolres Kepulauan Aru diwakili Kabag Ops AKP Jandry Alfons, Staf ahli Bupati Fedrik Hendrik, Kepala Dinas Kesehatan Aru dr Wati Gunawan dan sejumlah tamu undangan lainnya.
Bupati Johan Gonga dalam arahannya menyampaikan dua hal penting yakni pertama melaksanakan Vaksinasi dan menjaga protokol kesehatan yang baik.
Selain itu, dalam penanganan Covid-19 di Aru harus transparan dan jangan tertutup sehingga kalau kita testing maka ada yang positif harus terbuka. Karena lanjut Gonga, dari jumlah data terkonfirmasi covid-19 di Kabupaten Kepulauan Aru hingga hari sudah mencapai 161 yang positif, sembuh 23 dan meninggal 1 orang.
“Kenapa angka kematian di Kabupaten Kepulauan Aru tidak banyak, karena kita selalu mematuhi protokol kesehatan,” ujar Gonga.
Bupati juga menambahkan Tim Covid- 19 harus bekerja yang maksimal dan kita harus melaksanakan pembatasan nanti.
Dikatakan pula bahwa rapat pada hari ini kita harus melaksanakan pengawasan kepada masyarakat agar angka Covid- 19 di Kabupaten Kepulauan Aru akan menurun.
“Saya mengucapakan terima kasih kepada tim Covid- 19 dan juga kepada TNI / Polri yang selalu mambantu kami Pemda Aru,” ucapnya.
Sementara itu, Danlanal Aru Letkol Laut(P) Qoirur Roziqin.SH.M.Tr.Hanla,M.M intinya mengatakan bahwa kita tidak boleh membedakan orang yang sudah di vaksin dan belum pernah di vaksin, karena ini cuman melaksanakan menjaga imun tubuh atau protokol kesehatan.
Dijelaskan, terkait dengan interaksi atau berbicara dengan sesama harus menjaga jarak karena saat ini di Kabupaten Kepulauan Aru kasus terkonfirmasi Covid-19 sangat tinggi sehingga tingkat penularan juga harus diwaspadai.
“Intinya, kita harus menjaga jarak dikarenakan kebanyakan orang baru yang masuk ke Dobo yang banyak terkena penyakit Covid- 19,” terang Danlanal.
Kabag Ops AKP Jandry Alfons pada kesempatan itu menyampaikan bahwa soal penanganan Covid-19 harus dikerjakan bersama-sama, karena saat ini banyak masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan dengan tidak memakai masker.
“Kebanyakan masyarakat yang kita temui dijalan tidak lagi memakai masker, sehingga kita harus bekerja bersama dalam penertiban terkait protokol kesehatan dengan mengoptimalkan ke tempat-tempat keramaian dan juga tempat ibadah,” pungkasnya.
Ditempat yang sama, Ketua Klasis Pulau-Pulau Aru Pdt. H Mussa mengatakan kalau masyarakat sudah tidak lagi untuk mematuhi protokol kesehatan karena Corona ini panas dingin.
“Dalam rapat ini, kita sudah mendengar bahwa di Kabupaten Kepulauan Aru tingkat terkonfirmasi Covid-19 sangat tinggi, maka itu beberapa hari kedepan ini kita akan menyurati ke jemaat-jemaat agar dapat di mengerti,” katanya.
Mussa juga meminta agar tim Covid- 19 harus melaksanakan Patroli Gabungan untuk melihat langsung ke tempat-tempat hiburan ataupun ditempat keramaian lainnya.

