Site icon BeritaJar

Musda Unio Ke-IV Berakhir, Sogalrey : Jadilah Promotor Perdamaian Bagi Semua Umat

Dobo, BeritaJar.com: Wakil Bupati Kepulauan Aru Muin Sogalrey resmi menutup kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) Ke-IV Unio Pastor Keuskupan Amboina tahun 2021, Rabu (01/12) malam di aula Cendrawasih.

“Hari ini secara organisatoris kegiatan telah selesai, harapan kudus telah diputuskan bersama, namun dibutuhkan komitmen dan kesadaran yang imani untuk dilaksanakan secara bertanggung jawab, kita diutus untuk pergi dengan sejumlah harapan umat dan gereja katholik,” ucap Sogalrey dalam sambutannya.

Dikatakannya, kita semua diajak berdamai dengan keadaan, namun kita juga tidak bisa terlepas dalam hubungan sosial mata rantai kehidupan yang utuh, untuk itu Gereja terpanggil untuk memitrakan relasinya bersama Pemerintah memecahkan persoalan keumatan dan kebangsaan.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru, Wakil Bupati berpesan marilah bergandengan tangan bersama Pemerintah memaknai persekutuan Unio sebagai sebuah ruang konstelasi dan meditasi kerasulan kita.

“Jadilah promotor perdamaian bagi semua umat,” pesan Sogalrey.

Keputusan dan kebijakan musda ke-IV Unio Pastor Keuskupan Amboina tahun 2021 ini, kata Wabup Aru, hendaklah mewujudkan upaya restorasi dan perubahan cara pandang terhadap bahaya laten disintegrasi bangsa yang mencuat akhir-akhir ini, sehingga harus bisa kita tangkal dengan perubahan Paradigma yang sama dalam memandang keindonesiaan kita.

Wakil Bupati dua periode ini juga menambahkan, Pandemi Covid-19 hendaklah menyatukan semua manusia di muka bumi dalam penderitaan dan solidaritas perjuangan yang sama, sebagai Utusan Allah, teruslah berdoa dan tingkatkan pelayanan kepada umat dan gereja ditengah krisis multidimensi yang mengancam dunia dan manusia.

Selain itu, berharaplah kepada Karya Allah di dalam Yesus Kristus untuk mendatangkan sebuah pembaruan hidup akibat Pandemi Covid-19, yang telah meruntuhkan imajinasi manusia tentang kemajuan dan mutakhir teknologi.

“Rutinitas manusia berhenti secara total, produktivitas manusia menurun dan hidup penuh rasa cemas, Dalam situasi ini umat Katholik harus tetap bersyukur dan berdiri teguh,” ujar Sogalrey.

Pada kesempatan tersebut Sogalrey juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada yang Mulia Uskup Agung Merauke dan Uskup diaosis Amboina, bersama seluruh pastor khususnya Wakil Uskup Wilayah Kepulauan Aru, Pastor Paroki, yang telah banyak memberikan kontribusi kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru, saya menyampaikan terima kasih atas kepercayaan bapak uskup diaosis Amboina pada Kabupaten Kepulauan Aru sebagai tempat pelaksanaan kegiatan ini,” pungkas Wakil Bupati Aru.

Sementara itu, Keuskupan Amboina MGR Dr. Petrus Canisius Mandagi MSC, menyampaikan terima kasih kepada penyelenggara khususnya bagi Panitia, para Uskup, Pastor dan umat secara khusus juga kepada pemerintah daerah.

“Tentu saya ucapkan terima kasih atas keterlibatan anda semua sehingga pada akhirnya ini bisa sukses. Selanjutnya karena ini barangkali merupakan kata sambutan yang terakhir dari saya sebagai Uskup administrator apostolik yang sudah bekerja selama 27 tahun di Keuskupan amboina ini, dan sudah kurang lebih 20 kali saya datang di wilayah Kepulauan Aru,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Mandagi berpesan agar jadilah umat yang bersatu dan jadilah orang Katolik yang suka berdoa serta jangan menjadi orang Katolik yang kafir yang melupakan Tuhan terlebih di zaman modern ini, di mana materi jabatan dan kesenangan duniawi semakin ditonjolkan.

“Carilah Tuhan selalu, di sana ada kebahagiaan sejati. Jadilah manusia yang menjadi saksi kebaikan Tuhan, saksi cinta Tuhan kita, di mana saja kita tunjukkan dengan kata dan perbuatan,” tegasnya.

“Siapa sebenarnya pengikut Kristus yang sejati. Jangan orang Katolik malah menjadi skandal atau penghalang bagi orang lain untuk cari Tuhan, karena hidup mereka yang penuh dengan kekerasan, penuh dengan dusta atau penuh dengan dosa-dosa,” sambungnya.

Dirinya juga menyampaikan kepada umat Katolik bahwa jadilah orang yang suka berkorban, tidak ingat diri sendiri tetapi senantiasa berkorban seperti Kristus sendiri senantiasa terlebih berkorban menolong membantu orang yang menderita, orang yang sakit dan orang yang tersingkir .

“Terakhir jadilah manusia manusia yang peduli bukan egoistis sibuk dengan diri sendiri tapi peduli kepada orang lain,” ungkap Mandagi.

Exit mobile version