Sejumlah Fasilitas Umum Disasi Masyarakat Adat Aru

oleh -

Dobo, BeritaJar.com: Masyarakat adat masih menduduki depan kantor Pengadilan Negeri (PN) Kelas II Dobo, tepatnya ruas jalan Rabiajala Kecamatan Pulau-Pulau Aru Kabupaten Kepulauan Aru, Rabu (17/11/2021).

Mereka duduki setelah proses adat sasi dilakukan oleh para tetua adat di depan kantor PN Dobo.
Sekitar pukul 17.00 Wit, terjadi ketegangan dengan pihak kemanan ketika beberapa petugas masuk melewati tanda adat berupa kora-kora.

Berdasarkan pantauan media ini di lapangan, masyarakat Adat Aru usai melakukan sasi di Kantor PN Dobo, massa kemudian berjalan kaki menuju Bandara Rar Gwamar Dobo untuk di sasi, kemudian Kantor DPRD Kabupaten Kepulauan Aru, Kantor Bupati dan melanjutkan di Pelabuhan Yos Soedarso Dobo. Massa kemudian kembali ke depan kantor PN Dobo.

Di PN Dobo, terlihat para ibu-ibu yang menjaga tanda sasi adat tersebut dan menurut salah satu ibu bahwa ketika sasi ini di pasang tidak boleh ada lagi yang boleh lewat.

Dihadapan kapolres Aru, AKBP Sugeng Kundarwanto dan beberapa perwira lainnya, para ibu-ibu meluapkan kekecewaan mereka akibat mereka tidak menghargai sasi adat.

Menurut mereka, jika putusan hari ini sangat menyayat hati kami sebagai anak adat, maka sasi adat ini juga tolong dihargai.

Selain itu, ibu Maria Kalarbobir/Alatubir mengaku belum putusan PN saja, kami sudah tidak bisa masuk hutan untuk ambil hasil kebun dan lainnya, bahkan, dipukul bila kedapatan mereka (anggota TNI AL).

“Apa lagi kini putusan PN Dobo sudah keluar dan memenangkan pihak TNI AL, maka tidak tahu lagi nasib kami masyarakat di sana,” tuturnya.

Dikatakan, kami ini mau kemana lagi, jika tanah leluhur yang menjadi warisan bagi kami anak cucu sudah tidak bisa didiami karena ketidakjujuran di negeri ini.

“Kasian kami mau kemana teriaknya sambil menetes air mata, bahkan tak luput para DPRD Aru pun diteriaki, karena tidak pernah berada bersama masyarakat ketika perjuangan ini,” ungkapnya lagi sambil meneteskan air mata.

Dirinya juga mengatakan bahwa DPRD Kepulauan Aru hanya bicara omong kosong saja. “Dorang (para DPRD) ketika musim politik mereka datang, tapi ketika masyarakat susah, tidak satu pun batang hidung yang datang melihat permasalahan ini,” ucapnya kesal.

Untuk diketahui, hingga berita ini disiarkan, massa masih menduduki depan kantor PN Dobo untuk meluapkan kekecewaan mereka.